Tol Bandung-Cilacap Dipastikan Mulai 2020, Dibagi Dua Seksi Lima Exit

Seksi pertama pembangunan dimulai dari Gedebage, menyambung ke selatan, Kabupaten Bandung, Garut, sampai Tasikmalaya.

KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Pemprov Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota kembali mematangkan rencana pembangunan Jalan Tol Bandung-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Pangandaran, pada rapat koordinasi di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu (25/9/2019).

Pada rapat kali ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta semua pihak, terutama kepala daerah yang kawasannya terlewati jalur tol tersebut untuk tidak lagi mengubah-ubah trase.

Sehingga penetapan lokasi atau penlok yang merupakan kewenangan Pemprov Jabar dapat segera dilakukan.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, tol yang memiliki panjang sekitar 100 kilometer tersebut terbagi dalam dua seksi.

Seksi pertama pembangunan dimulai dari Gedebage, menyambung ke selatan, Kabupaten Bandung, Garut, sampai Tasikmalaya.

Kemudian tahap dua dibangun dari Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Pangandaran, sampai Cilacap.

Pengelola pembangunan tol juga sudah diputuskan, kata Emil, yakni pemilik konsorsiumnya adalah PT Jasa Marga.

"Pembebasan lahan sekaligus pembangunan jalan tol ini rencananya dimulai pada 2020," lanjutnya.

"Tahap pertama Rp 60 triliun, sampai Tasikmalaya. Tahap duanya kurang lebih sama seperti itu."

"Pembebasan lahan sama mahalnya dengan konstruksi," jelasnya.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Gridmotor.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved