Bawaslu Bentuk Kampung Anti Money Politics di Tegal, Akbar: Tapi Entah Kapan Bisa Terealisasi

Bawaslu Kota Tegal berencana membentuk Kampung Anti Money Politics dan Kampung Pengawasan di Kota Tegal.

Bawaslu Bentuk Kampung Anti Money Politics di Tegal, Akbar: Tapi Entah Kapan Bisa Terealisasi
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Pemilu 2019 Bersama Media di Plaza Hotel Kota Tegal, Kamis (26/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Bawaslu Kota Tegal berencana membentuk Kampung Anti Money Politics dan Kampung Pengawasan di Kota Tegal.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Kota Tegal, Akbar Kusharyanto dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Pemilu 2019 Bersama Media di Plaza Hotel Kota Tegal, Kamis (26/9/2019).

Akbar mengatakan, setelah Pemilu dan Pileg 2019, pihaknya berencana membuat kampung binaan.

Yaitu kampung anti money politics atau kampung anti politik uang.

"Kami belum tahu akan terealisasikan kapan. Tapi jika teman- teman media menanyakan kegiatan Bawaslu usai pemilu, itu jawabannya."

"Dalam hal pembinaan, salah satunya pembuatan kampung money politics," katanya.

Menurut Akbar, pendidikan politik kepada masyarakat menjadi hal yang penting.

Apalagi money politics atau politik uang menjadi penyakit bagi dunia demokrasi Indonesia.

Akbar pun menilai, semua orang kapan saja bisa terkena penyakit itu.

Mirisnya, para pemimpin yang mendapat posisi politik juga kerap mempraktikkannya.

"Potensi pelanggaran kapan saja dan di mana saja bisa terjadi."

"Untuk mencegah itu, kami akan melakukan pencegahan untuk meminimalisirnya," ungkapnya. (Fajar Bahruddin Achmad)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved