Dua Minggu Paskaledakan di Mako Brimob Banyumanik: Dari Hasil Olah TKP dan Sisa Bom Telah Diledakkan

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyampaikan kabar terkini perkembangan atas penyelidikan meledaknya sebuah gudang penyimpanan

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
saiful masum
Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyampaikan kabar terkini perkembangan atas penyelidikan meledaknya sebuah gudang penyimpanan bahan peledak (bom) di Mako Brimob Srondol, Bnayumanik Kota Semarang dua minggu yang lalu.

Ditemui di Mapolda Jateng, Rycko mengatakan pihaknya masih belum menerima laporan terkait hasil dari pada olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hingga saat ini, ia juga masih menunggu hasil yang semestinya bakal disampaikan oleh Kepala Laboratorium Forensik Jateng yang juga sebagai manager olah TKP.

"Masih kita tunggu laporannya," ujarnya, Kamis (26/9/2019).

Adapun sisa bahan peledak di Mako Brimob Banyumanik yang berjumlah 16 bahan peledak dari 40 unit sudah berhasil didisposal (diledakkan) di wilayah Ungaran Kabupaten Semarang.

"Dari 40 bahan peledak, 24 yang meledak. Sisanya sudah diledakkan (di Ungaran)," jelasnya.

Rycko juga menambahkan, selain di Mako Brimob Srondol Banyumanik, bahan-bahan peledak temuan masyarakat di wilayah Jawa Tengah juga disimpan di 5 tempat lain.

Dua tempat di Mako Brimob lain, dan 3 tempat di Polres maupun Polrestabes.

Kesemua bahan peledak yang ada, menurutnya masih terus diupayakan peledakan secara berkala (disposal). Hal tersebut dikatakannya memerlukan waktu yang lumayan panjang mengingat sejumlah alat untuk meledakkan perlu dilakukan pengadaan.

"Jadi total ada 6. Semuanya di Polrestabes dan Batalyon Brimob. Ini sedang diajukan lagi sudah dilakukan supervisi oleh Korbrimob terkait tempat penyimpanannya.

Untuk proses disposal memerlukan waktu mulai dari pengadaan bahan peledak untuk meledakkan.

Itu barang berbahaya. Meledakkan(nya) dengan bahan peledak, harus mempunyai nilai kemampuan tinggi. Sekali ledakkan harus sukses. (Dan itu) diuji oleh ahlinya uji bom. Pengadaan bahan peledak (ini) yang memerlukan waktu," pungkasnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved