Kamis Wage Malam Jumat Kliwon, Pedagang Bunga Tabur di TPU Bergota Semarang Mrema
Sejumlah penjual bunga tabur berjajar di sepanjang Jalan Kyai Saleh, tepatnya di sekitar TPU Bergota, Semarang, Kamis (25/9/2019) sore.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah penjual bunga tabur berjajar di sepanjang Jalan Kyai Saleh, tepatnya di sekitar TPU Bergota, Semarang, Kamis (25/9/2019) sore.
Mereka aktif menawarkan dagangannya kepada para peziarah yang datang berduyun-duyun.
Pedagang bunga tabur ini bisa ditemui sejak dari perempatan Kyai Saleh/Golkar Jawa Tengah hingga perempatan Jalan Pandanaran.
Seorang penjual, Ana (52), sudah menyiapkan dagangan sejak pukul 15.00 WIB.
Menurutnya, berjualan bunga tabur di kawasan ini merupakan rutinitas yang dilakukannya setiap Kamis Wage atau Jumat Kliwon.
Banyak peziarah yang berdatangan pada hari-hari tersebut.
"Ini hari Kamis Wage, biasanya banyak yang berziarah. Saya biasa jual bunga pada hari Kamis Wage dan Jumat Kliwon," ujar Ana.
Hal tersebut juga diakui Kusmini, warga Bergota.
Ia yang telah buka lapak sejak pukul 12.00 WIB tersebut biasa berjualan hingga pukul 18.00 WIB atau bakda magrib.
Kusmini berjualan bunga di kawasan tersebut puas mendapat hasil yang mrema.
"Alhamdulillah, hari ini sudah terjual cukup banyak," ujarnya.
Setidaknya ada tiga macam bunga tabur yang dijajakan.
Masing-masing mawar merah dan putih, bunga selasih serta daun pandan yang telah dipotong-potong.
Harganya pun bervariasi.
Bunga mawar merah dan putih yang telah diletakkan di dalam keranjang dijual Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu.
"Kalau yang di keranjang paling kecil Rp 5 Ribu, yang sedang Rp 10 ribu, besar Rp 15 ribu," paparnya.
Keramaian di kawasan TPU Bergota ini membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.
Namun, kendaraan yang melintas tetap dapat lewat meski tidak selancar hari biasa. (idy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bunga-tabur-bergota.jpg)