Tiga Bulan Ini, Warga Siberuk Pekalongan Harus Tempuh 2 Km, Lewati Hutan Pinus Demi Air Bersih

Sebanyak 14 desa di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, tercatat sebagai desa rawan bencana kekeringan.

Tiga Bulan Ini, Warga Siberuk Pekalongan Harus Tempuh 2 Km, Lewati Hutan Pinus Demi Air Bersih
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meninjau Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan yang mengalami kekeringan, Kamis (26/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sebanyak 14 desa di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, tercatat sebagai desa rawan bencana kekeringan.

Bahkan sebagian di antaranya adalah daerah atas yang merupakan pegunungan berkondisi subur.

Kekeringan di beberapa desa Kota Santri ini sejak tiga bulan terakhir.

Dan selama itu warga terdampak harus menerima bantuan suplay air bersih dari Pemkab Pekalongan, melalui BPBD setempat.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, untuk masalah kekeringan Pemkab sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2 miliar.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan pemetaan untuk pengambilan sumber air baku, sebagai langkah jangka panjang.

"Hari ini kami bersama BPBD, DPU Taru, BPR, BKK, dan forum CSR Kabupaten Pekalongan meninjau lokasi kekeringan di Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran."

"Keterangan dari warga kekeringan di desa ini sudah tiga bulan."

"Oleh karena itu, kami memberikan bantuan air bersih sebesar 15 ribu liter dan memberikan bantuan Rp 100 juta."

"Bantuan dana itu untuk program jangka panjang penanganan kekeringan," kata Bupati Asip kepada Tribunjateng.com usai meninjau kekeringan di Desa Siberuk, Kecamatan Paninggaran, Kamis, (26/9/2019).

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved