Tiga Bulan Ini, Warga Siberuk Pekalongan Harus Tempuh 2 Km, Lewati Hutan Pinus Demi Air Bersih

Sebanyak 14 desa di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, tercatat sebagai desa rawan bencana kekeringan.

Tiga Bulan Ini, Warga Siberuk Pekalongan Harus Tempuh 2 Km, Lewati Hutan Pinus Demi Air Bersih
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meninjau Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan yang mengalami kekeringan, Kamis (26/9/2019). 

Asip menyebutkan, pemerintah daerah sudah melakukan berbagai langkah dalam penanganan masalah kekeringan.

Selain langkah-langkah konkret, juga sudah gelar salat istisqa untuk berdoa kepada Allah agar diberikan hujan yang barokah.

"Karena memang kemarau ini sudah berkepanjangan, sehingga masyarakat cukup kesulitan mendapatkan air bersih," ungkapnya.

Asip menjelaskan, dengan upaya jangka panjang menyalurkan dari sumber mata air, tahun mendatang ketika muncul kemarau panjang, sudah ada persiapan air.

"Tapi bisa dilihat, meskipun kekeringan, lokasinya tidak kering kerontang, melainkan subur. Ini karena kemarau saja," tambahnya.

Terpisah Khusnul Khotimah (28) warga Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran menambahkan, kekeringan sudah terjadi sejak tiga bulan.

Air sumur kering dan untuk kebutuhan air selain dari suplay, untuk mandi dan mencuci warga harus masuk ke hutan pinus berjarak 2 kilometer.

"Kalau untuk mandi ya dibatasi, kadang tidak mandi. Karena memang sumurnya kering, tidak ada air sama sekali."

"Ketika dapat suplay air juga harus dihemat dan dimanfaatkan seperlunya saja," tambahnya. (Indra Dwi Purnomo)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved