Operasi Gabungan Penanganan Karhutla Gunung Slamet Berakhir Hari Ini
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gunung Slamet akhirnya padam pada hari ke-11, Jumat (27/9/2019).
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gunung Slamet akhirnya padam pada hari ke-11, Jumat (27/9/2019).
Hal itu dipastikan usai seluruh petugas gabungan dari berbagai elemen beserta relawan berjumlah 74 personel mengecek di setiap jalur pendakian Gunung Slamet pada Jumat (27/9/2019).
Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Sunarto mengatakan, seluruh petugas berupaya memastikan beserta melakukan pembersihan apabila masih ada abu-abu kayu sisa kebakaran yang belum ditimbun tanah.
"Alhamdullilah, hari ini sudah bisa dinyatakan padam, baik di jalur pendakian via Desa Guci maupun Dukuh Sawangan, Kabupaten Tegal," jelas Sunarto kepada Tribunjateng.com, Jumat (27/9/2019).
Pihaknya mencatat, data yang diperoleh dari Perhutani KPH Pekalongan Barat menyebut luas lahan yang terdampak Karhutla selama 11 hari ini mencapai 208 hektare.
Dia menyatakan, posko penanganan karhutla di lereng Gunung Slamet wilayah Kabupaten Tegal dinyatakan ditutup.
"Jadi hari ini, posko penanganan baik di Guci maupun Sawangan sudah ditutup."
"Terima kasih semua rekan yang terlibat," cerita Narto, saat dihubungi.
Seperti diketahui, awal kebakaran Gunung Slamet terjadi pada Selasa (17/9/2019) lalu.
Kala itu, api mulai mencuat dan merambat di Bukit Igir Genting jalur pendakian Dukuh Sawangan, Desa Sigedong. (Akhtur Gumilang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/padamkan-api-gum.jpg)