Dua Maskapai Layani Penerbangan Umroh Langsung dari Jateng, Jumlah Jamaah Berpotensi Meningkat

Kehadiran maskapai Lion Air yang melayani penerbangan ibadah umroh dari Surakarta-Madinah disambut baik oleh Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji

Dua Maskapai Layani Penerbangan Umroh Langsung dari Jateng, Jumlah Jamaah Berpotensi Meningkat
ISTIMEWA
PT Azka Mubarak Mulya bekerja sama dengan Citilink meluncurkan penerbangan Semarang-Jeddah Arab Saudi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kehadiran maskapai Lion Air yang melayani penerbangan ibadah umroh dari Surakarta-Madinah disambut baik oleh Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Jateng.

Meski rute itu bukan baru ada tahun ini, namun Lion kini menghadirkan pesawat dengan kapasitas lebih besar hingga 430 penumpang dalam sekali terbang.

Sebelumnya, Citilink juga sudah meresmikan rute umroh dari Semarang.

Bahkan September ini sudah ada empat penerbangan umroh dari Citilink.

"Tentunya semakin banyak yang bisa dilatani dengan penerbangan langsung dari Jateng akan berdampak bagus untuk peningkatan jumlah jemaah," terang Ketua DPD Amphuri Jateng, Endro Dwi Cahyono saat dikonfirmasi, Minggu (29/9/2019).

Ia menyebut, hadirnya rute-rute langsung bisa menjadi penyegar ditengah krisis global yang diakuinya berpengaruh terhadap kondisi ekonomi di dalam negeri.

"Seperti kita ketahui Hongkong, Singapura sudah mulai diterpa krisis, Indonesia saat ini masih stabil namun jika nanti kondisinya memburuk ini akan berpengaruh sekali dengan minat umroh dan haji," bebernya.

Ia menyebut potensi jemaah umroh di Jateng dalam setahun bisa mencapai 80 ribu orang.

Dengan hadirnya layanan penerbangan langsung dari berbagai kota di Jateng dan didukung kondisi ekonomi yang stabil ia memprediksi seharusnya tahun ini angka itu bisa tumbuh 10 persen.

Namun, ia melihat untuk bisa mencapainya banyak tantangan yang harus dihadapi.

Salah satu yang baru saja lewat ialah aturan tarif visa baru sebagai ganti penghapusan visa progresif Aran Saudi.

"Kemarin memang sempat membuat shock saat pertama diumumkan. Terlebih bagi mereka yang sudah melakukan pembayaran DP. Namun, saat ini setelah banyak media memberitakan kondisi pasar mulai stabil lagi," imbuhnya.

Ia berharap masyarakat tidak berburuk sangka bahwa kenaikan visa umroh upaya dari biro travel perjalanan ibadah untuk mendapatkan keuntungan lebih.

"Karena memang kewenangan itu dikeluarkan pemerintah Arab Saudi, mereka ingin menggenjot sektor pariwisata karena minyak dan gas kini sedang mengalami penurunan," pungkasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved