Hendi Fokus Tata Parkir dan Pertunjukan Seni di Kota Lama Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta kepada Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk meningkatkan pengawasan, terutama di jam ramai pengunjung.

Hendi Fokus Tata Parkir dan Pertunjukan Seni di Kota Lama Semarang
ISTIMEWA
Dinas Perhubungan Kota Semarang melakukan penertiban parkir liar di Kawasan Kota Lama 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menindaklanjuti beberapa keluhan wisatawan Kawasan Kota Lama Semarang terkait parkir liar, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta kepada Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk meningkatkan pengawasan, terutama di jam ramai pengunjung.

Atas perintah tersebut, Dinas Perhubungan Kota Semarang bergerak cepat menggiatkan operasi parkir liar di Kawasan Kota Lama yang saat ini menjadi magnet wisatawan di Kota Semarang.

Puluhan personil langsung menyisir area kawasan untuk mensterilkan wilayah larangan parkir dan menertibkan juru parkir liar di sekitar lokasi, Sabtu malam (28/9).

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Semarang, Joko Adi Santosa mengungkapkan jika jajarannya terus melakukan operasi parkir liar secara rutin di Kawasan Kota Lama Semarang.

"Operasi penertiban parkir di Kawasan Kota Lama dilaksanakan secara rutin bersama dengan Satlantas Polrestabes dan Unit Lalu Lintas Polsek Semarang Utara," tutur Joko.

"Dalam operasi kami banyak menemukan adanya parkir tiban, bahkan di area jalur pedestrian yang sudah ada pembatasnya juga diputus rantainya. Kita langsung tangkap dan kita serahkan ke Polsek Semarang Utara," tambahnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun meminta agar masyarakat dapat membantu Pemerintah Kota Semarang dalam menata kawasan Kota Lama Semarang, dengan tidak parkir di tempat yang tidak semestinya.

"Sebenarnya ada beberapa lokasi parkir yang bisa dimanfaatkan, yaitu di depan kantor pelayanan SIM jalan Letjen Suprapto, Jalan Branjangan belakang museum DMZ, Jalan Sendowo, parkir tepi jalan umum samping spiegel, Jalan Kedasih, eks Pool Damri di Jalan Empu Tantular, dan lahan eks PTP," terangnya.

"Sehingga selain titik tersebut dilarang untuk parkir kendaraan," tegas Wali Kota Semarang itu.

Di sisi lain Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut juga menyinggung terkait penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang di waktu yang bersamaan, pasalnya ada keluhan terkait ikut ditertibkannya sejumlah seniman yang dirasa justru menjadi daya tarik Kota Lama.

"Terkait itu saya juga sudah minta Dinas Pariwisata untuk mendata penampil musik di jalanan Kota Lama yang dirasa berpotensi, sehingga dapat membantu Satpol PP dalam melakukan penertiban agar tidak menjadi salah paham lagi ke depan," tutur Hendi.

"Yang pasti semua memiliki semangat yang sama-sama positifnya dalam mengembangkan kawasan Kota Lama," tekannya.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved