18 Pesawat Sriwijaya Air Dikandangkan, Fadjar Semirto: Frekuensi Penerbangan Turun Drastis

DKPPU Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Avirianto mengatakan, maskapai Sriwijaya Air telah menghentikan operasi 18 pesawatnya.

18 Pesawat Sriwijaya Air Dikandangkan, Fadjar Semirto: Frekuensi Penerbangan Turun Drastis
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Maskapai Sriwijaya Air bantah pesawat rute Manokwari tak laik terbang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Direktur Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Avirianto mengatakan, maskapai Sriwijaya Air telah menghentikan operasi 18 pesawatnya.

Belasan pesawat itu tak dioperasionalkan karena dianggap tak laik terbang.

“Dari 30 pesawat yang terbang cuma 12. Berarti sistem kontrol kami dari Sriwijaya bagian quality sudah grounded 18 pesawat,” ujar Avirianto saat dihubungi, Senin (30/9/2019).

Avirianto menambahkan, pihaknya terus mengawasi kelaikan pesawat yang beroperasi di Indonesia.

Hal itu perlu dilakukan untuk memastikan keselamatan dalam penerbangan.

“Jadi kami awasi juga melibatkan inspektur-inspektur Sriwijaya, kami authorized,” kata Avirianto.

Sementara itu, Direktur Operasi Sriwijaya Air Fadjar Semirto mengakui ada belasan pesawatnya yang tak lagi beroperasi.

Imbasnya, frekuensi penerbangan maskapai itu pun turun drastis.

“Pesawat saja udah lebih dari 50 persen. Dari 30 ke 12."

"Apalagi frekuensi penerbangannya, turun rutenya yang diterbangi dari 245 jadi 110 sampai 120 per hari,” kata dia.

Sebelumnya, dua direksi Sriwijaya Air telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

Kedua direksi yang mengundurkan diri itu yakni Direktur Operasi Sriwijaya Air Fadjar Semiarto dan Direktur Teknik Sriwijaya Air Ramdani Ardali Adang.

Hal ini buntut dari kabar yang menyebut Sriwijaya Air direkomendasikan untuk menghentikan operasionalnya.

“Kami memutuskan untuk mengundurkan diri untuk menghindari conflict of interest," ujar Fadjar. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Laik Terbang, 18 Pesawat Sriwijaya Air di “Grounded”"

Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved