Alte Nada Sulap Limbah Plastik jadi Barang Bernilai Ekonomis

Tak ingin menyia-nyiakan sampah plastik yang ada di sekitarnya, seorang warga Perumnas Kalisalak, Kauman Batang menyulap limbah plastik menjadi barang

Alte Nada Sulap Limbah Plastik jadi Barang Bernilai Ekonomis
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Alte Nada saat memproses limbah plastik menjadi replika bunga di rumahnya, Senin (30/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Tak ingin menyia-nyiakan sampah plastik yang ada di sekitarnya, seorang warga Perumnas Kalisalak, Kauman Batang menyulap limbah plastik menjadi barang cantik yang bernilai ekonomis.

Adalah Alte Nada (55), dengan tangan kreatifnya ibu rumah tangga ini berkreasi dengan limbah plastik dan menjadikannya barang cantik dan serbaguna seperti tas, kotak tissue, tempat minum, replika bunga dan berbagai macam hiasan lainnya.

Barang yang ia buat rata-rata daur ulang dari botol plastik, kresek belanja, gelas plastik, sedotan, serta plastik kemasan produk kopi.

“Ide awalnya memang sudah hobi bikin keterampilan sejak kecil, kemudian juga karena saya tergerak dengan terlalu banyaknya sampah, jadi saya ingin sampah bisa teratasi dengan baik dan bisa bernilai ekonomis tinggi," tuturnya Senin, (30/9/2019).

Beberapa Siswa SMP di Mranggen Pindah Sekolah Setelah Terlibat dalam Video Tawuran yang Sempat Viral

Tukang Ojek di Tegal Ini Patok Tarif 1 Km Rp 60 Ribu, Lihat Apa yang Diangkut

Dugaan Pungli hingga Rp 70 Juta di Pasar Buah dan Sayur Pemalang, Kepala Pasar Sebut Cuma Dititipkan

14 Polisi yang Tangkap Tahanan Kabur Dapat Reward, AKBP Adi Sebut Penjaga Sel Tak Pantas Dicontoh

Untuk kreasinya sendiri Nada mematok harga mulai Rp 50 Ribu hingga Rp 400 Ribu, tergantung kerumitan barang.

Menurutnya, dengan kreasi sampah plastik bisa menjadi pekerjaan tambahan yang menghasilkan rupiah.

"Pekerjaan ringan yang sangat bisa menjadi tambahan terutama untuk ibu-ibu rumah tangga," ujarnya.

Ibu satu anak ini juga sudah dua tahun mengkampanyekan gerakan cinta sampah dengan berkecimpung di bank sampah.

Bahkan Nada juga sering diundang untuk memberikan pelatihan berbagi ilmu kreasi kepada ibu-ibu.

"Dengan kreasi ini selain untukn menambah pengahasilan juga semoga semakin memacu ibu-ibu untuk peduli dengan sampah,"pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved