Dinkes: Kasus ISPA Peringkat Pertama di Semarang, Tercatat Ada 3.053 Penderita

Ciri-ciri pneumonia berat, lanjutnya, ialah napas yang berbunyi, nyeri di dada, pucat, lesu, hingga bibir dan kuku jari yang berubah warna jadi biru.

Dinkes: Kasus ISPA Peringkat Pertama di Semarang, Tercatat Ada 3.053 Penderita
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi ISPA 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, dr M Abdul Hakam menuturkan, saat ini penderita infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di Kota Semarang tinggi.

Dari data hingga Agustus 2019, Hakam menjelaskan, penderita ISPA di Kota Semarang mencapai 3.053 kasus.

"Dari Januari sampai saat ini mencapai 3.053 kasus yang berhasil dicatat Dinkes Kota Semarang," ungkapnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (30/9/2019) siang.

Dari 3.053 kasus ISPA atau pneumonia, lanjut Hakam, di Kota Semarang terdapat sedikitnya 57 kasus pneumonia berat.

Ciri-ciri pneumonia berat, lanjutnya, ialah napas yang berbunyi, nyeri di dada, pucat, lesu, hingga bibir dan kuku jari yang berubah warna jadi kebiruan.

"Data hingga saat ini ada 57 kasus pneumonia berat. Ada juga 49.148 kasus batuk yang bukan pneumonia," ungkapnya.

Kasus gangguan pernapasan di Kota Semarang ini, menurut Hakam merata di 16 kecamatan.

Sebagai perbandingan, penderita ISPA di Kota Semarang pada 2018 ialah 4.600 kasus.

Beragam faktor menurutnya menyebabkan kasus ISPA tinggi.

Di antaranya musim kemarau yang saat ini terjadi.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved