Dinkes: Kasus ISPA Peringkat Pertama di Semarang, Tercatat Ada 3.053 Penderita

Ciri-ciri pneumonia berat, lanjutnya, ialah napas yang berbunyi, nyeri di dada, pucat, lesu, hingga bibir dan kuku jari yang berubah warna jadi biru.

Dinkes: Kasus ISPA Peringkat Pertama di Semarang, Tercatat Ada 3.053 Penderita
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi ISPA 

"Saat ini kan masih musim kemarau dan akan ada pergantian musim ke penghujan atau pancaroba."

"Hal itu menyebabkan debu-debu beterbangan dihirup masyarakat."

"Juga asap-asap knalpot yang dihirup masyarakat Kota Semarang," imbuhnya.

Ia melanjutkan, sama seperti 2017 dan 2018, angka pertumbuhan penyakit ISPA di Kota Semarang tahun ini cenderung meningkat.

Angka penderita ISPA menduduki peringkat pertama.

Untuk kemudian disusul penyakit tenggorokan serta dehidrasi.

Dikonfirmasi terpisah, dr Anastasia Tri Yuli Susanti, Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Provinsi Jawa Tengah menguraikan, Kota Semarang berada di 5 besar kasus ISPA tertinggi di Jawa Tengah.

Bersama pula dengan Kabupaten Purbalingga, Klaten, Grobogan, dan Pemalang.

"Untuk total kasus ISPA di Jawa Tengah tahun ini mencapai 1.520.027 kasus yang tercatat," jelasnya. (Akbar Hari Mukti)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved