Segmen Terus Berkembang, Bank Mandiri Hadirkan Program Khusus Mandiri KPR Milenial

Dari konsep angsuran berjenjang tersebut, menurut Fauriza, limit KPR nya bisa membuat nilai lebih besar

Segmen Terus Berkembang, Bank Mandiri Hadirkan Program Khusus Mandiri KPR Milenial
Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
Assistant Vice President Consumer Loans Region Vll Jawa 2, Fauriza Djupratama (kanan), saat melakukan pertemuan dengan pihak Newton Cosmo Boulevard, membahas kerja sama yang akan dilangsungkan. Berlokasi di Bank Mandiri jl. Empu Tantular Semarang, Senin (30/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka memberikan solusi dan membantu generasi milenial untuk memiliki rumah sendiri, Bank Mandiri menghadirkan program KPR Milenial terutama bagi para pegawai yang income nya disalurkan melalui Bank Mandiri atau biasa disebut Payroll Mandiri.

Adapun program Mandiri KPR Milenial ini, menurut Assistant Vice President Consumer Loans Region Vll Jawa 2, Fauriza Djupratama, menyasar milenial.

Program tersebut memberikan benefit antara lain limit lebih besar dari pada KPR reguler biasanya. Angsuran berjenjang dalam kurun waktu lima tahun dengan floating yang lebih rendah dari masa fix di tahun kelima.

Sehingga benefit tersebut dapat membantu milenial untuk save money dikebutuhan lain seperti menjalankan hobi traveling, fotografi, atau investasi saham lainnya.

"Kami ingin menyerap pasar milenial yang biasanya mengangsur per bulan untuk kos-kosan atau kontrakan dan mereka tidak dapat unitnya, kami konversikan ke pembelian properti (KPR) dengan angsuran mulai Rp 3,5 jutaan sudah bisa mendapat hunian. Kami sengaja memberikan jangka waktu panjang bisa sampai 25 tahun dan tanpa DP," ungkap Fauriza Djupratama, pada Tribunjateng.com, Senin (30/9/2019).

Melihat segmen milenial biasanya mayoritas adalah pegawai dan setiap tahun mengalami peningkatan gaji, pihak Bank Mandiri menghadirkan sistem angsuran yang berjenjang untuk lima tahun pertama.

Dari konsep angsuran berjenjang tersebut, menurut Fauriza, limit KPR nya bisa membuat nilai lebih besar.

Sedangkan untuk milenial yang tidak bekerja atau dalam hal ini memiliki bisnis sendiri secara ketentuan tetap bisa diproses. Namun tidak menggunakan sistem angsuran berjenjang, melainkan evaluasi keadaan saat ini.

Jadi bisnisnya akan dievaluasi, dan syarat hanya laporan keuangan beserta rekening bisnisnya.

"Sekarang ini banyak milenial yang menjalankan usaha secara online, startup, fintech, atau yang berkaitan dengan digital, itu juga menjadi sasaran market kami," tuturnya.

Sementara itu, untuk masyarakat yang berprofesi sebagai Youtuber dan Selebgram, kemudian ingin memanfaatkan program Mandiri KPR Milenial ini, tetap dilihat dulu dari sisi bisnis utamanya seperti apa.

"Kami tetap melihat perputaran rekening mereka seperti apa, semisal memang menjamin, jelas, dan memungkinkan, maka tetap kami proses," tegasnya.

Fauriza menyebut, KPR di Jateng pertumbuhan lebih tinggi dari pada penjualan properti. Kenapa demikian? karena dari KPR tidak hanya mengandalkan transaksi saja, tapi ada multiguna yang menjaminkan rumahnya. Ada juga top-up hampir diangka 10 persen untuk pertumbuhan pasarnya secara KPR.

"Maka menurut saya, potensi segmen milenial akan terus tergarap dan masih sangat potensial di 10 tahun kedepan," pungkasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved