Selidiki Kecelakaan di Pabelan, Polres Semarang Bersama TAA Polda Jateng Gelar Olah TKP

Honda Accord AD 8219 LB yang dikemudikan Yuda Yuwana (37) mengalami kecelakaan dari Tol Bawen Menuju Salatiga

Penulis: amanda rizqyana | Editor: muslimah
Istimewa
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang laksanakan bersama Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Tengah melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas kecelakaan di ruas tol Bawen-Salatiga KM 455.800 jalur A di Dusun Kalangan Desa Sukoharjo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang pada Senin (30/9/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang bersama Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Tengah melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Senin (30/9/2019) pagi.

Sehari sebelumnya, terjadi kecelakaan tunggal menewaskan tiga orang di ruas tol Bawen-Salatiga di KM 455.800 jalur A, tepatnya di Dusun Kalangan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.

Honda Accord AD 8219 LB yang dikemudikan Yuda Yuwana (37) mengalami kecelakaan dari Tol Bawen Menuju Salatiga.

Mobil yang mengangkut empat orang tersebut diduga oleng ke kanan, menabrak median jalan hingga terjadi kecelakaan tunggal.

Akibat kejadian ini, selain Yuda, penumpang lainnya yakni Fiko Niyam Fahlefi (4), dan Sartinem (60) meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara seorang penumpang lain bernama Reni Lidiastuti (20) mengalami luka ringan dan sesak di dada.

Keempatnya beralamat di Dusun Mranggen RT 02 RW 05 Desa Mranggen, Kecamatan Polokerto, Kabupaten Sukoharjo.

Mobil berwarna merah tersebut mengalami ringsek di bagian atas depan dan bagian belakang.

Bagasi belakang sedan nyaris tertekuk dan kaca mobil bagian belakang dan di pintu penumpang pecah. Kerugian material akibat kecelakan ini sebesar Rp 5 juta.

Kepala Unit (Kanit) Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Satlantas Polres Semarang Ipda Wardoyo menyatakan TAA merupakan metode untuk mengungkap metode kecelakaan.

"Petugas menandai dan mengukur bekas benturan dan bekas pengereman di lokasi kecelakaan," ujar Wardoyo.

Setelah dilakukan penandaan dan pengukuran bekas benturan dan bekas pengereman di lokasi kejadian, petugas juga menandai posisi kendaraan saat kecelakaan terjadi.

Dari hasil pengukuran tersebut, data dimasukkan ke dalam perangkat TAA untuk diolah sebagai gambar bergerak yang bisa menghasilkan gambaran kecepatan dan arah kendaraan, sistem pengereman, hingga kondisi sopir sebelum membawa kendaraan dan saat terjadi kecelakaan.
"Dari hasil DAA, diduga sopir mengalami microsleep atau kelelahan," imbuhnya.

Menurut data di Unit Laka Lantas Polres Semarang, terdapat 407 angka kejadian kecelakaaan lalu lintas.

Dari angka tersebut, 90 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 487 orang luka ringan, dan kerugian material sebesar Rp 269,8 juta.

Wardoyo berpesan pada para pengguna jalan apabila merasa mengantuk atau lelah, segera menepikan kendaraan dan beristirahat di rest area terdekat.

Jika lelah segeralah beristirahat di tepat yang aman dan nyaman.

"Hindari konsumsi alkohol dan penggunaan telepon genggam saat mengemudi serta patuhi rambu rambu lalu lintas," pungkas Wardoyo. (arh)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved