Dinkes dan Kejari Batang Datangi Puskesmas Banyuputih, Monitoring Dana BOK

Monev dilakukan untuk menyoroti serapan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2019 triwulan ketiga

Dinkes dan Kejari Batang Datangi Puskesmas Banyuputih, Monitoring Dana BOK
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang, yang menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang mendatangi Puskesmas Banyuputih, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang, yang menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang mendatangi Puskesmas Banyuputih, Selasa (1/10/2019).

Monev dilakukan untuk menyoroti serapan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2019 triwulan ketiga.

Hasilnya serapan BOK di puskesmas tersebut terhitung ideal, sehingga optimis hingga akhir tahun serapan BOK dapat maksimal.

Kepala Puskesmas Banyuputih  dr Ida Suryani mengatakan pihaknya berupaya maksimal dalam mengelola dana BOK.

Salah satunya melalui program unggulan yang telah dilakukan, seperti Golek jentik bareng-bareng dan Terpadu (Gojek banter) Ayo timbang rame-rame balita dan anak (Ayo tirakatan) Gerakan berhenti merokok (Gempita yoroga) dan Ngaji bareng (Jireng).

Keempat program menyasar seluruh tingkat usia, mulai dari bayi, dewasa hingga manula, seperti program ayo tirakatan dilakukan untuk memantau pertumbuhan balita dan anak.

Sedangkan Jireng menyasar para lansia, mereka diajak untuk mengaji bersama, setelah itu mereka diberikan sosialisasi terkait kesehatan maupun layanan kesehatan seperti cek kolestrol, gula darah, tekanan darah dan lainnya.

"Program sudah dijalankan sejak januari lalu, yang menyasar 11 desa di wilayah Puskesmas Banyuputih," terangnya.

Selain itu, dua program unggulan lainnya yakni Gojek banter dan Gempita yoroga menyasar masyarakat umum untuk mendorong mereka agar memiliki gaya hidup sehat.

"Semua program tersebut kita memanfaatkan dari dana BOK, program sudah berjalan mulai januari lalu, tiap bulan dilakukan monitoring, setiap tiga bulan sekali kita evaluasi," jelasnya.

Sementara Kepala Seksi hukum perdata dan tata usaha negara (Kasi Datun) Jaksa Muda, Dista Anggara, mengapresiasi penyerapan anggaran di puskesmas Banyuputih karena penyerapan dana BOK baik dari Fisik maupun keuangan sudah mencapai 70 persen lebih.

Bahkan program-program unggulan yang mereka canangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat sekitar, sehingga manfaat dana BOK betul-betul dirasakan.

"Capaian sudah bagus, terus tingkatkan kinerja agar masyarakt betul-betul terlayani dengan baik," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved