Ratusan Siswa SMK Sragen Ikuti Sosialisasi Program Magang di Jepang

Acara yang digelar di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen itu dihadiri 53 kepala SMK di Sragen dan guru pendamping.

Ratusan Siswa SMK Sragen Ikuti Sosialisasi Program Magang di Jepang
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Perwakilan pelajar di Kabupaten Sragen ikuti sosialisasi program magang ke Jepang, Selasa (1/10/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sragen ikuti sosialisasi magang ke Jepang, Selasa (1/10/2019).

Acara yang digelar di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen itu dihadiri 53 kepala SMK di Sragen dan guru pendamping.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen, Sarwaka mengatakan, sosialisasi tersebut bermaksud memberi informasi pada pelajar SMK mengenai tujuan dan manfaat magang di Jepang.

Diharapkan, dengan pelajar SMK punya cukup bekal informasi mengenai program magang di Jepang.

Dengan demikian, jika mereka bisa diterima, akan berkontribusi besar pada pengurangan pengangguran dan penanggulangan kemiskinan di Sragen.

"Sejak 2012 hingga 2019 ini, Sragen telah mengirimkan 79 orang tidak mampu untuk magang di Jepang," ujar dia.

Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika membuka acara mengatakan, sosialisasi tersebut sesuai dengan satu di antara program prioritas Pemerintah Kabupaten Sragen, yakni pengentasan kemiskinan.

"Selain itu kami juga membangkitkan iklim wirausaha, memberdayakan UMKM dan menciptakan 25 ribu lapangan kerja baru," kata Yuni.

Ditambahkan, Disnaker Sragen rutin mengadakan Seleksi Daerah (Selekda) Magang Jepang.

Pada 2018, ucapnya, Sragen sukses menyelenggarakan seleksi nasional yang bekerja sama dengan Kementrian Ketenagakerjaan RI dan IM Japan.

"Disnaker Kabupaten Sragen sejak 2014 hingga sekarang juga diberi kepercayaan untuk melaksanakan pelatihan daerah I di Technopark yang merupakan tahapan proses program pemagang ke Jepang yang juga memberikan kontribusi PAD ke Kabupaten Sragen," terang Yuni.

Bahkan di Sragen telah terbentuk Gerakan Bangun Remaja Sragen (Ganbare) yang beranggotakan alumni mereka yang pernah magang di Jepang.

Ganbare memiliki usaha di bidang meubelair, penambangan pasir, mendirikan LPK Bahasa Jepang dan lain sebagainya. (Mahfira Putri Maulani)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved