Sisca Kagum Batik Tegalan Kian Beragam, dari Motif Tahu Aci Hingga Teh Poci
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal punya cara unik dalam menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh tepat pada Rabu (2/10/2019) ini.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal punya cara unik dalam menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh tepat pada Rabu (2/10/2019) ini.
Tak hanya mewajibkan para pegawainya mengenakan batik, Pemkab pun turut memeriahkannya melalui lomba fashion show.
Lomba fashion show tersebut diikuti dari berbagai lintas unsur meliputi segenap karyawan Pemkab, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, Kecamatan, dan lainnya.
Lomba fashion shoe yang digarap oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tegal ini mengambil lokasi di halaman Gedung Dadali Pemkab Tegal.
Ketua Dekranasda Kabupaten Tegal, Sisca Zulistia Ardie menuturkan, para peserta lomba ini disyaratkan harus memakai batik khas Tegalan.
Sehingga, dia memastikan semua busana batik yang dikenakan dalam lomba fashion show ini merupakan karya dari pengrajin lokal Tegal.
"Ada 36 pasangan yang mengikuti lomba fashion show ini. Semua peserta wajib menggunakan busana batik khas Tegalan," tutur Sisca kepada Tribunjateng.com, di sela acara, Selasa (2/10/2019).
Istri dari Wakil Bupati Tegal ini mengakui dengan adanya lomba dan acara ini, pesanan batik Tegalan kepada para pengrajin di desa-desa kian meningkat.
Bahkan, kata Sisca, agenda ini secara langsung dapat memajukan pengrajin batik di desa-desa, Kabupaten Tegal.
"Selain itu, motif-motif batik Tegalan saat ini pun kian variatif sehingga masyarakat luas turut tertarik membeli dan memesan langsung dari pengrajinnya.
Kini, batik Tegalan dengan motif tahu aci, teh wangi panas legi kentel (Wasgitel), dan teh poci menambah khazanah permotifan batik Tegalan. Beberapa peserta pun ada yang memakai motif batik tersebut," paparnya.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono menyebut, saat ini, Kabupaten Tegal telah memiliki 1091 macam motif batik yang telah terdaftar dalam katalog di Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop-UKM).
Dengan beragam motif yang tersedua, Joko mengungkapkan bahwa kini trend menggunakan batik, khususnya di Tegal tak lagi sebatas untuk menghadiri acara formal.
"Karena motif dan designnya beragam, sehingga masyarakat pun punya banyak pilihan dalam membeli batik. Batik yang dikenakan masyarakat tak melulu untuk acara formal. Sekarang, orang berdagang pun pakai batik," cetus Sekda. (Tribunjateng/gum).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pasangan-dari-dpmptsp-kabupaten-tegal-yang-mengenakan-busana-batik-tegalan.jpg)