AKBP Aris : Generasi Muda Wajib Bentengi Diri dari Radikalisme

Wawasan antiradikalisme, kata AKBP Aris akan membuat kalangan muda lebih waspada bila didekati para penyebar radikal

AKBP Aris : Generasi Muda Wajib Bentengi Diri dari Radikalisme
Tribunjateng.com/Indra Dwi Purnomo
AKBP Aris Tri Yunarko saat memberikan materi antiradikalisme kepada MADIN ( Madrasah Demokrasi Ikatan ) DPD IMM Jawa Tengah di hall Dewaruci 3 Hotel Marlin Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Rabu (2/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Generasi muda harus mendapat pemahaman untuk memiliki sikap antiradikalisme.

Sikap ini akan menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi penyebaran paham radikal di masa mendatang.

"Penting sekali sosialisasi antiradikalisme ini, minimal generasi muda jadi waspada terhadap pendekatan-pendekatan radikalisme," kata Kapolres Pekalogan AKBP Aris Tri Yunarko usai menjadi pembicara dalam kegiatan MADIN ( Madrasah Demokrasi Ikatan ) DPD IMM Jawa Tengah di hall Dewaruci 3 Hotel Marlin Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Rabu (2/10/2019).

Wawasan antiradikalisme, kata AKBP Aris akan membuat kalangan muda lebih waspada bila didekati para penyebar radikal.

Selain Itu pihaknya juga mengimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk tidak sembarangan memforward (sebar) berita hoax yang belum tentu kebenarannya.

"Berita-berita hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan jangan mudah diforward ke orang lain, karena dapat memecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa," ungkapnya.

AKBP Aris menyampaikan imbauan tersebut karena mengingat selama ini berita hoax marak beredar di media sosial yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memprovokasi masyarakat.

Baik melalui media sosial Facebook, WhatsApp, Twitter maupun melalui media-media yang ada dijaringan internet lainnya.

"Bila ada yang menerima suatu berita di media sosial, jangan langsung sebar, karena belum tentu kebenarannya. Sebelum diforward harus dikaji dulu atau tanya pada yang memang berkopeten, supaya tidak merugikan pihak lain," tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak menyebarkan isu kebencian dan sara yang dapat merugikan pihak lain di media sosial, karena perbuatan tersebut bisa dipidana sebagaimana hukum yang berlaku di Indonesia.

"Saya tegaskan, barang siapa saja yang membuat berita hoak di facebook atau melalui apapun itu bisa dipidana melalui Undang-Undang Informasi Transaksi Elekronik. Ada pasal yang menjerat, baik yang pembuat maupun yang meneruskannya," tambahnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra sangat apresiasi dengan adanya kegiatan ini. Berharap, kedepan sosialisasi ini terus ada.

"Saya berharap semua peserta mempunyai daya tangkal dan lawan terkait paham-paham radikalisme. Karena, paham ini merupakan ancaman buat kita semua, kalau dia sudah terpapar radikal nanti bisa saja menggunakan kekerasan dan juga merugikan orang lain," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved