Dua Pengawas TPS di Kabupaten Pekalongan dapat Santunan dari Bawaslu RI

Menurutnya, keduanya mengalami keguguran pada saat menjalankan tugas dan sempat dirawat di rumah sakit

Dua Pengawas TPS di Kabupaten Pekalongan dapat Santunan dari Bawaslu RI
Tribunjateng.com/Indra Dwi Purnomo
Bawaslu Kabupaten Pekalongan menyerahkan simbolis bantuan dari Bawaslu Republik Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dua anggota pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) asal Kabupaten Pekalongan yang mengalami kecelakaan kerja pada saat pemilu serentak 17 April lalu menerima santunan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia.

Santunan diberikan kepada dua PTPS tersebut atas nama Ulfa Mubasiroh (30) dan Siti Khuzaemah (27) yang sebelumnya mengalami keguguran saat masih bekerja mengawasi proses pemungutan suara.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pekalongan Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Nur Anis Kurlia mengatakan santunan yang diberikan tersebut langsung masuk ke rekening yang bersangkutan pada bulan september yang lalu.

"Nilai santunan yakni masing-masing sebesar Rp 16 juta dan dikirimkan langsung ke rekening bersangkutan," kata Anis saat menggelar press release di ruang media center Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Kamis, (3/10/2019).

Menurutnya, keduanya mengalami keguguran pada saat menjalankan tugas dan sempat dirawat di rumah sakit.

Adapun sebelum santunan diberikan ada proses verifikasi yang dilakukan baik dari Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Provinsi bahkan Bawaslu RI.

"Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi mereka, meski tidak sebanding dengan pengorbanan yang mereka berikan," ungkapnya.

Sementera itu, salah satu penerima bantuan, Siti Khuzaemah (27) mengatakan, pada saat menjadi petugas PTPS pada pemilu serentak kemarin, dirinya mengalami pendarahan waktu masih di TPS.

Namun, setelah sampai di Rumah Sakit ternyata janin yang dikandungnya sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

"Saya berterimakasih karena ada perhatian dari Bawaslu, namun mau dibilang senang tapi sedih, mau dibilang sedih namun senang, karena saya menerima ini akibat kecelakaan," katanya.

Meski begitu, wanita asal Desa Wiradesa, Kacamatan Wiradesa tersebut merasa senang karena dapat perhatian dari Bawaslu dan bantuan sudah masuk ke rekening sekitar tanggal 24 September yang lalu.

"Meski begitu saya tidak kapok, jika dipercaya untuk menjadi anggota PTPS lagi insya Allah saya siap," ujarnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved