Breaking News:

Hasil Penelitian, Bekerja di Akhir Pekan Bisa Mengacaukan Kesehatan Mental

Sebuah penelitian baru menemukan, bahwa bekerja di akhir pekan dapat mengacaukan kesehatan mental.

Editor: m nur huda
Shutterstock
Ilustrasi / Bekerja di akhir pekan dapat menganggu mental 

TRIBUNJATENG.COM - Sebagian orang merasa akhir pekan bukan serta merta dapat beristirahat dengan tenang.

Sebab, banyak karyawan perusahaan yang tetap masuk kerja di akhir pekan.

Meski pasrah menerima keadaan, tak bisa dipungkiri berat rasanya ketika mengetahui teman-teman atau keluarga bersenang-senang di akhir pekan.

Terlbih ketika mereka juga mengunggah foto-foto kegembiraan dan kebersamaan ke media sosial.

Nah, sebuah penelitian baru menemukan, bahwa bekerja di akhir pekan dapat mengacaukan kesehatan mental.

Para peneliti dari University College London dan Queen Mary Universit of London menemukan, bahwa mereka yang bekerja selama berjam-jam di akhir pekan, berisiko lebih tinggi mengalami depresi – dan risiko pada wanita lebih tinggi ketimbang pria.

Survei menganalisis 20.000 pekerja dan menemukan bahwa mereka yang bekerja lebih dari 55 jam per minggu 7,3 persen menunjukkan lebih banyak gejala depresi.

Sedangkan 4,6 persen wanita yang bekerja di akhir pekan, juga menunjukkan gejala depresi.

Sementara hanya 3,4 persen pria yang menunjukkan tanda-tanda depresi.

Gill Weston, penulis utama studi ini mengatakan, bahwa ini adalah studi observasional, sehingga meski belum dapat ditentukan apa penyebab pastinya, penelitian ini menunjukkan banyak wanita menghadapi beban tambahan untuk melakukan bagian yang lebih besar dari urusan rumah tangga dibanding pria.

Mulai dari jam kerja, tekanan yang lebih banyak, dan tanggungjawab berlebih.

"Terlepas dari pola kerja mereka, kami juga menemukan bahwa pekerja yang paling banyak mengalami gejala depresi adalah mereka yang berusia lebih tua, dengan pendapatan lebih rendah, perokok, melakukan pekerjaan yang menuntut fisik, dan yang tidak puas dengan tempat kerjanya,” papar Weston.

Ia berharap, temuan atas penelitiannya itu akan mendorong para pengusaha dan pembuat kebijakan untuk berpikir tentang bagaimana caranya mengurangi beban.

"Dan meningkatkan dukungan bagi perempuan yang bekerja dalam waktu tak terbatas atau tidak teratur - tanpa membatasi kemampuan mereka untuk bekerja ketika mereka menginginkannya," pungkasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awas, Bekerja di Akhir Pekan Bisa Mengacaukan Kesehatan Mental"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved