Mahasiswa USM Diharapkan Profesional, Beradab dan Berkeindonesiaan

Mahasiswa USM Semarang diharapkan bisa menjadi profesional, beradab dan berkeindonesiaan.

Mahasiswa USM Diharapkan Profesional, Beradab dan Berkeindonesiaan
IST
Prof Dr H Muladi SH bersama pejabat struktural USM saat kuliah umum di Gelora Prof Sudarto USM. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa Universitas Semarang (USM) diharapkan bisa menjadi profesional, beradab dan berkeindonesiaan sehingga tidak mudah terpapar faham yang anti pancasila.

Hal ini disampaikan oleh Rektor USM Andy Kridasusila saat memberikan sambutan kuliah umum dihadapan 1.800 an mahasiswa di di GOR Prof Sudarto USM bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila pada Selasa (1/10).

“Kami berharap semua mahasiswa USM bisa menjadi profesional, beradab dan berkeindonesiaan sehingga tidak mudah terpapar faham yang anti pancasila” ungkap Andy.

“Di Hari kesaktian Pancasila mari kita amalkan makna yang terkandung di dalam nilai-nilai Pancasila agar bangsa kita menjadi bangsa yang maju, aman dan sejahtera” tambahnya.

Sementara Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof Dr H Muladi SH dalam materi kuliah umumnya menyampaiakn tentang pentingnya wawasan kebangsaan sebagai prasarat utama manusia Indonesia unggul.

Suasana Kuliah Umum Kebangsaan di USM Semarang.
Suasana Kuliah Umum Kebangsaan di USM Semarang. (IST)

“Sehebat apapun keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) yang hanya mengandalkan hebatnya penguasaan IPTEK dan nilai-nilai profesionalisme akan menjadi mubazir apabila tidak dilandasi oleh penghayatan terhadap wawasan kebangsaan dan berkepribadian Indonesia” ungkap Prof Muladi.

“2045 adalah visi pemerintah dalam memandang kesejahteraan bangsa Indonesia tepat di usianya yang ke-100 (1945-2045), dalam usia emas tersebut Indonesia dicanangkan menjadi negara maju yang mandiri, dengan kehidupan yang makmur dan adil” tutur mantan Menkumham.

“Salah satu kuncinya adalah peningkatan kualitas pendidikan calon-calon pemimpin bangsa untuk menjadi “generasi emas” yang energik, multitalenta, aktif dan spiritual. Disitulah Wawasan kebangsaan menjadi sangat penting untuk menghasilkan SDM yang unggul, sehingga mahasiswa USM perlu dibekali dengan wawasan kebangsaan ini” imbuhnya.

Mantan Rektor Undip ini menjabarkan wawasan kebangsaan Indonesia yaitu cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya sebagai negara kepulauan, untuk menjaga persatuan dan kesatuan nasional baik wilayah yang bersifat fisik maupun sosial dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan serta keamanan nasional.

Mantan Menteri Hukum dan HAM ini juga menyampaikan arti suatu bangsa, Indonesia sebagai negara kebangsaan, anatomi alamiah dan sosial Indonesia, identitas bangsa Indonesia. (Adv)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved