Breaking News:

Penyesalan Pelajar Yang Ikut Demo di DPR: Sedih Ingat Ibunya Sendirian Asuh Adik Balitanya

Rona muka YI seperti begitu menyesal, teringat adiknya yang balita sakit diurus sendirian oleh ibunya. Sementara sang ayah merantau.

KOMPAS.com/Walda Marison
Kerusuhan masih pecah imbas dari aksi unjuk rasa massa mahasiswa di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019) malam. 

Ajakan berdemo YI lihat dari brosur di media sosial Facebook, WhatsApp.

Isinya mencantumkan agar pelajar STM bergabung untuk berdemo ke Gedung DPR-MPR pada 30 September.

Menurut polisi, 59 pelajar itu ikut melemparkan batu dan botol ke arah aparat kepolisian yang menghalau massa di Palmerah.

"Saya sendiri. Awalnya melihat brosur dari media sosial, dari Facebook, Whatsapp. Isi ajakannya demo STM semuanya gabung 30 September," ungkap YI.

Dari Kuningan, Minggu itu YI bertemu dengan pelajar lainnya.

Mereka menumpang truk sampai ke sekitaran Gedung DPR-MPR di Jalan Gatot Subroto pada Senin (30/9/2019).

Dikabarkan Retak, Surya Paloh Tertawa Tanggapi Sikap Megawati

Selesai berdemo, YI dan puluhan pelajar asal Jawa Barat berencana pulang naik kereta api ke Cirebon melalui Stasiun Tanjung Priok pada Senin malam.

Mereka menunggu di sana hingga Selasa (1/10/2019) pagi. Saat tidur-tiduran di trotoar sekitar Stasiun Tanjung Priok, mereka diamankan polisi.

"Rencananya pulang dari Stasiun Tanjung Priok. Lagi nunggu, tidur-tiduran, tahu-tahu ada polisi," YI menambahkan.

Sang Guru Iba Lihat Kondisi Ibu YI

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved