Ekspor Batik Kota Pekalongan Tembus 1,1 Juta Dolar AS, Saelany: Industri Batik Harus Lebih Inovatif

Berkaca pada data tahun lalu, Pemerintah Pusat terus mendorong Pemkot Kota Pekalongan meningkatkan pemasaran batik agar lebih mendunia

Ekspor Batik Kota Pekalongan Tembus 1,1 Juta Dolar AS, Saelany: Industri Batik Harus Lebih Inovatif
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Sejumlah pengunjung melihat pameran kain batik di GOR Jatayu Kota Pekalongan, Jumat (5/10/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Data dari Dinas Perdagangan, Koperasi (Dindagkop) UMKM Kota Pekalongan, realisasi ekspor tahun lalu mencapai 19,6 juta Dolas AS.

Dari total capaian ekspor itu, kain batik serta sarung batik mencapai 1,1 juta Dolar AS lebih.

Adapun lima negara yaitu Thailand, Singapura, Australia, Myanmar dan Srilangka yang disasar tujuan ekspor sarung dan kain batik asal Kota Pekalongan.

Berkaca pada data tahun lalu, Pemerintah Pusat terus mendorong Pemkot Kota Pekalongan meningkatkan pemasaran batik agar lebih mendunia.

Seperti yang dipaparkan oleh Deputi Bidang Produksi Pemasaran, Kemenkop UMKM, Victoria Simanungkalit, saat menghadiri pembukaan pekan batik di Kota Pekalongan, Jumat (4/10/2019) malam.

Ia menyebutkan tahun lalu ekspor batik skala nasional tembus di angka 52,4 juta Dolar AS lebih.

“Kota Pekalongan dan beberapa daerah sentra batik menyumbang peranan terhadap pertumbuhan perekonomian dengan pemasaran batiknya,” ucapnya.

Bahkan Victoria menyatakan, Kemenkop UMKM siap memfasilitasi pemasaran batik Pekalongan ke sejumlah negara.

Menanggapi hal itu, Walikota Pekalongan, Saelany Mahfudz, akan mendorong pelaku industri batik melakukan inovasi.

“Peluang yang diberikan Pemerintah pusat harus benar-benar dimanfaatkan, dengan cara membuat batik lebih kekinian. Artinya harus ada inovasi produk agar diterima pasar mancanegara,” paparnya, Sabtu (5/10/2019).

Dilanjutkannya, penerapan kain batik pada produk fashion perlu dipopulerkan secara masif.

“Desainer fashion juga berlomba-lomba menggunakan batik dalam membuat produk, hal itu wajib ditiru dan dikembangkan,” jelasnya.

Saelany menambahkan, Pemprov Jateng ikut mendorong pemasaran batik dengan cara mengandeng puluhan desainer.

“Semoga saja tahun ini batik bisa benar-benar mendunia lewat peran dan bantuan berbagai pihak,” tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved