Jeritan Peternak Sapi Perah di Musim Kemarau, Biaya Pakan Melambung Tinggi

Ketua Koperasi Andini Luhur, Dusun Jetak, Desa Jetak, Kabupaten Semarang Agus Warsito mengatakan, saat kemarau beban petani sapi bertambah.

Jeritan Peternak Sapi Perah di Musim Kemarau, Biaya Pakan Melambung Tinggi
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Seorang peternak sapi perah Jumi (59) saat memberi makan ternaknya di rumahnya Dusun Jetak, Desa Jetak, Kabupaten Semarang, Minggu (6/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang ini, membuat para peternak sapi perah mengalami dilematis.

Pasalnya pendapatan dengan pengeluaran tidak berimbang dibanding biaya pakan.

Ketua Koperasi Andini Luhur, Dusun Jetak, Desa Jetak, Kabupaten Semarang Agus Warsito mengatakan, saat kemarau beban petani sapi bertambah.

Mereka harus mencari air untuk memenuhi kebutuhan minum ternak.

"Sedangkan harga pakan sapi perah yakni konsentrat setiap bulan mengalami kenaikan Rp 200-300 per kilogram."

"Pendapatan peternak hanya berkisar Rp 4-6 ribu. Jadi tidak ada waktu peternak itu untuk investasi pengembangan," terangnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (6/10/2019).

Menurut Agus, kondisi tersebut berdampak pada kurangnya minat generasi muda menekuni usaha sapi perah.

Anak usia produktif sekarang lebih memilih menjadi pengemudi ojek online maupun taksi online.

Sehingga bertolak belakang dengan latar belakang Indonesia sebagai negara agraris.

Dikatakannya, Koperasi Andini Luhur beranggotakan sekitar 2 ribu petani sapi perah.

Halaman
1234
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved