Jika Sesuai Target, Undip Semarang Cuma Kurang Dua Jurnal Terindeks Internasional Tahun Ini

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menargetkan 5 jurnal terindeks internasional bereputasi seperti scopus dan web of science pada tahun ini.

Jika Sesuai Target, Undip Semarang Cuma Kurang Dua Jurnal Terindeks Internasional Tahun Ini
tribunjateng/yasmine aulia
Rektor Undip Prof Yos Johan Utama 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menargetkan 5 jurnal terindeks internasional bereputasi seperti scopus dan web of science pada tahun ini.

Sampai saat ini, sudah ada 3 jurnal yang telah berhasil terindeks internasional bereputasi.

Prof Ambariyanto, Wakil Rektor Riset dan Inovasi Undip mengatakan, untuk mendukung peneliti di Undip terpacu membuat jurnal bereputasi di antaranya dengan menganggarkan dana riset.

Menurutnya, tahun ini dana riset di Undip sebesar Rp 51 miliar, ditambah dana riset Kemenristekdikti yaitu sebesar Rp 49 miliar.

"Juga ditambah dana riset kerja sama sebesar Rp 30 miliar yang mendukung jurnal internasional yang dapat memberikan kebermanfaatan," paparnya, Minggu (6/10/2019).

Menurutnya, Undip terus mengupayakan agar kampusnya memiliki iklim yang memadai untuk penelitian.

Baginya, jurnal yang baik berasal dari penelitian dan didukung dengan fasilitas yang baik pula.

Fasilitas untuk mendukung riset dan publikasi internasional, yakni di antaranya disusun roadmap laboratorium riset dengan kelengkapan alat dan perangkat, SDM, dan ruangan yang mendukung.

"Target 2 tahun ke depan alat-alat tersebut dapat menghasilkan minimal paper atau Revenue Generating Activities (RGA)," ujar Prof Ambariyanto.

Sementara untuk 2020, menurutnya target Undip tetap sama yakni minimal 5 jurnal dapat terindeks internasional bereputasi.

Terpisah, Rektor Undip Prof Yos Johan Utama menambahkan penelitian saat ini terus dilakukan oleh para dosen hingga guru besar di Undip.

Pihaknya terus memberikan pendampingan untuk pembuatan jurnal internasional bereputasi.

Pendampingan di antaranya memberikan pembiayaan terkait upload naskah jurnal internasional, kegiatan seminar, dan lain-lain.

"Permasalahan publikasi jurnal internasional terus menjadi perhatian kami."

"Kami upayakan terus agar Undip rajin membuat jurnal bereputasi," katanya. (Akbar Hari Mukti)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved