Kisah 2 Penjual Martabak Warga Lebaksiu Tegal Selamatkan Diri dalam Kerusuhan Wamena

Dua perantau asal Kabupaten Tegal berhasil menyelamatkan diri dari kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Kisah 2 Penjual Martabak Warga Lebaksiu Tegal Selamatkan Diri dalam Kerusuhan Wamena
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Sholihin (kiri) dan Tresno menceritakan pengalamannya menyelamatkan diri dalam kerusuhan Wamena di kediamannya, Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Sabtu (5/10/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dua perantau asal Kabupaten Tegal berhasil menyelamatkan diri dari kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Keduanya sudah kembali ke kampung halaman di Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal,  Sabtu (5/10/2019) malam pukul 22.10 WIB.

Masing-masing Sholihin (46) dan Tresno (39), sesama warga Desa Yamansari RT 5 RW 1.

Keduanya berwirausaha  di Wamena sebagai penjual martabak sejak 2009.

Perjuangan Sholihin dan Tresno kembali ke tanah kelahiran cukup berat.

Sejak kerusuhan terjadi, mereka tak bisa bepergian.

Tetap tinggal di tempat pengungsian yang dijaga Brimob Polri dan TNI.

"Awal mula kerusuhan pada Senin pagi tanggal 23 September, saya sedang berbelanja bahan-bahan dagangan. Sejak saat itu, kami tidur berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain," cerita Sholihin kepada Tribunjateng.com.

Selama tiga hari sejak pecah kerusuhan, dia bersama Tresno tinggal di pusat Kota Wamena yang dijaga ketat TNI dan Polri.

Setelah itu, mereka pindah mengungsi ke Bandara Wamena agar bisa mendapat giliran evakuasi ke Jayapura memakai Hercules.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved