Pemkab Pekalongan dan Lesbumi Giatkan 'Abang Rudi'

Salah satunya dari Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pekalongan yang membangun rumah di Desa Larikan,

Pemkab Pekalongan dan Lesbumi Giatkan 'Abang Rudi'
Istimewa
Kondisi rumah yang akan direhabilitasi di Desa Larikan, Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (5/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Program Abang Rudi (Ayo Bangun Rumah Sendiri) yang diinisiasi oleh Bupati Pekalongan kembali digiatkan.

Salah satunya dari Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pekalongan yang membangun rumah di Desa Larikan, Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu, (5/10/2019).

Bupati Kabupaten Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan, Program Abang Rudi merupakan program tindakan cepat dan nyata dalam mencari solusi, ketika ada masalah rumah.

Selain itu juga, program ini untuk melestarikan tradisi sosial masyarakat santri untuk turut membangun Kabupaten Pekalongan bersama sama.

"Bangunan rumah ini adalah contoh gerakan masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat. Semua ini untuk melengkapi program pemerintah dalam melayani dan membangun masyarakat menjadi lebih baik," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi kepada Tribunjateng.com

Menurutnya rogram pembangunan rumah swadaya di Kabupaten Pekalongan menjadi model di masyarakat.

"Siapa saja, ayo monggo gotong-royong untuk membangun rumah tetangganya yang belum layak," ungkapnya.

Di Desa Larikan sendiri, menurut Bupati Asip ada 63 unit rumah yang tidak layak dan mendapat bantuan dari pemerintah.

"Program Abang Rudi ini, akan melengkapi program pemerintah untuk membantu masyarakat mendapat rumah yang layak huni seperti program RTLH dan program lainnya," pungkasnya.

Sementara itu Gus Eko Ahmadi, ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan mengatakan bahwa kegiatan Abang Rudi ini merupakan cara cepat, untuk membantu masyarakat tanpa melanggar undang undang.

Sebab jika menunggu bantuan dari Pemerintah, akan membutuhkan waktu lama karena memang mekanismenya membutuhkan proses panjang.

"Untuk memotong hal itu dibutuhkan kebijakan yang bersifat crash programme (program kilat) yang cepat waktu dan cepat guna tanpa bertentangan undang-undang. Cara itu adalah dengan mengaplikasikan progam Abang Rudi yang berarti Ayo Bangun Rumah Sendiri," katanya.

Selain itu, menurut Gus Eko, program Abang Rudi merupakan cara efektif untuk melestarikan tradisi gotong royong, dalam mengatasi masalah sosial budaya dengan cepat dan tepat. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved