Sungai Mrican di Wonokerto Pekalongan Akan Ditutup 7 Oktober untuk Perahu, Ini Alasannya

Pelaksana proyek pembangunan tanggul menutup dua sungai besar di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, Sungai Tratebang dan Mrican.

Sungai Mrican di Wonokerto Pekalongan Akan Ditutup 7 Oktober untuk Perahu, Ini Alasannya
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Masyarakat dari berbagai unsur bergotong-royong membersihkan sampah di sepanjang Sungai Mrican, Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Jumat (22/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Guna mengantisipasi rob yang masuk dari aliran sungai, pelaksana proyek pembangunan tanggul menutup dua sungai besar di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, Sungai Tratebang dan Mrican.

Penutupan ini menyebabkan kapal nelayan tidak akan bisa melintas untuk sementara waktu.

Air rob masih tinggi di sejumlah desa di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan.

Bahkan rob saat ini sudah menyeberang hingga ke wilayah di selatan jalan Pantura di Desa Pacar, Kecamatan Tirto.

Salah satu penyebab rob masih terjadi karena pembangunan tanggul penahan rob belum selesai 100 persen. 

Masih ada beberapa sungai yang belum dibendung.

Sehingga air rob dari laut masuk ke pemukiman warga melalui alur sungai yang belum ditutup tersebut.

Kepala DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro mengatakan, Sungai Mrican yang ada di Wonokerto akan ditutup.

Menurutnya, sesuai kesepakatan Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menyampaikan kepada masyarakat bahwa sungai itu akan ditutup pada Sebin (7/10/2019).

"Penutupan ini berdasarkan hasil tinjauan beberapa hari yang lalu. Kami berharap, masyarakat sebelumnya sudah memindahkan kapalnya ke arah muara," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved