Dinsos Kota Semarang Beri Tali Asih PSK Sunan Kuning Rp 5 Juta, Dinsos Jateng Kurang Rp 5,5 Juta

Ratusan wanita pekerja seks (WPS) Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning menolak melakukan tanda tangan berkas pemberian tali asih

Dinsos Kota Semarang Beri Tali Asih PSK Sunan Kuning Rp 5 Juta, Dinsos Jateng Kurang Rp 5,5 Juta
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Dinas Sosial Kota Semarang memberikan sosialisasi terkait rencana penutupan lokalisasi Sunan Kuning di balai RW 4 Kelurahan Kalibanteng, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan wanita pekerja seks (WPS) Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning menolak melakukan tanda tangan berkas pemberian tali asih atau bantuan sosial (bansos) dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang saat dilakukan pemberkasan di Balai RW 4 Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Senin (7/10/2019).

Ketua Resosialisasi Argorejo, Suwandi menuturkan, pada pertemuan kali ini petugas Dinsos memberikan beberapa berkas di antaranya berkas pemberian dana bansos atau tali asih dan persetujuan penutupan.

Menurutnya, para WPS enggan menandatangani lantaran belum disosialisasikan isi berkas tersebut.

Selain itu, besaran bansos juga tidak sesuai dengan besaran yang dijanjikan saat sosialisasi penutupan Lokalisasi Sunan Kuning.

"Saat sosialisasi penutupan, setiap WPS akan diberi tali asih sebesar Rp 10,5 juta per orang, sebanyak Rp 5 juta dari Pemkot dan Rp 5,5 juta dari Dinsos Jateng. Ternyata ini berbeda, tali asihnya cuma Rp 5 juta. Anak-anak tidak mau tandatangan karena memang tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Yang jelas rapat apapun yang terjadi dan sudah terlaksana harus berjalan terus. Tidak ada alasan pergantian, sudah ganti tahun, ganti aturan, itu tidak ada," tuturnya.

Suwandi menyebut, WPS yang terdata di Dinsos sebanyak 448 orang.

Dia berharap, mereka semua dapat menerima tali asih sesuai dengan kesepakatan saat awal sosialisasi penutupan. Kemudian, dipulangkan ke daerah masing-masing.

Seorang WPS, Meli (37) mengatakan, menolak tanda tangan lantaran ketidakjelasan dalam berkas yang disodorkan oleh petugas Dinsos Kota Semarang. Dia masih berharap, Pemerintah membatalkan penutupan Sunan Kuning.

"Seharusnya disosialisasi terlebih dahulu, besarannya (tali asih) berapa kan juga belum pasti, perjanjian awal itu Rp 10,5 juta, kok jadi Rp 5 juta," ujarnya.

Menurut Meli, tali asih sebanyak Rp 10,5 saja belum cukup untuk melanjutkan hidup dengan melepas pekerjaannya saat ini. Apalagi, jika besaran tali asih menjadi Rp 5 juta.

"Bagaimana biaya sekolah anak-anak kami? Sunan Kuning ini ibaratnya kan kantor kami. Kalau seperti ini kami bisa saja menolak untuk ditutup karena tidak ada kejelasan," tegasnya.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Tri Waluyo mengatakan, pihaknya akan mengoordinasikan dengan pimpinan terkait penolakan penandatanganan berkas tersebut.

"Ini kami siapkan kaitannya dengan rencana penutupan. Namun, kondisinya belum memungkinkan. Jadi, kami nunggu kebijakan pimpinan," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, pihak Dinsos Jawa Tengah belum mau memberikan komentar soal besaran tali asih Rp 5,5 juta. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved