Polisi Ungkap Alasan Sopir Kabur Setelah Tabrak Pemotor di Pertigaan Kusuma Sahid Prince Hotel Solo

Unit Laka Satlantas Polresta Solo meluruskan kabar tabrak lari di pertigaan Kusuma Sahid Prince Hotel, Minggu (6/10/2019) malam.

Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo
Kanit Laka Satlantas Polresta Solo, Iptu Adis Dani Gatra menunjukkan motor yang terlibat kecelakaan di Kusuma Sahid Prince Hotel di area barang bukti, Senin (7/10/2019) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Media sosial dihebohkan dengan kabar adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas di Pertigaan Kusuma Sahid Prince Hotel Solo, Minggu (6/10/2019) malam.

Warganet pun berasumsi bahwa peristiwa tersebut tergolong tabrak lari. Kemudian juga memberikan komentar pedas ke pihak aparat kepolisian. Mengingat, kasus tabrak lari Overpass Manahan belum tuntas hingga sekarang.

Terkait peristiwa kecelakaan di Pertigaan Kusuma Sahid Prince Hotel Solo, Kanit Laka Satlantas Polresta Solo, Iptu Adis Dani Gatra memberikan penjelasan.

Polisi membenarkan pengemudi mobil memang meninggalkan lokasi kejadian setelah menabrak pengendara motor Vario AD 4616 UA.

"Namun ada pihak penabrak, entah itu pelaku atau penumpang mobil yang terlibat laka, datang ke kantor Unit Laka untuk bertanggungjawab. Dia mengaku lari, karena takut kendaraannya menjadi sasaran amukan massa," kata Kanit Laka Satlantas Polresta Solo, Iptu Adis Dani Gatra di ruang kerjanya, Senin (7/10/2019) siang.

Adis menegaskan, dua belah pihak telah bersepakat memilih jalur kekeluargaan dalam penuntasan kasus kecelakaan itu.

"Tapi saya akan mengupayakan agar pihak korban tetap mendapat ganti kerugian dari penabrak. Misalnya biaya perawatan, maupun ganti kerusakan kendaraan," ujarnya.

Mantan Kanit Dalmas Sat Sabhara Polresta Solo itu belum bisa membeberkan data identitas dua pihak yang terlibat laka.

"Data masih menunggu tim penyidik kami. Apalagi pihak korban juga belum membuat laporan kasus ini," bebernya.

"Sementara korban tidak luka parah, hanya lecet dan sekarang sudah rawat jalan," tambah Adis.

Kabar kecelakaan itu sempat viral di beberapa grup media sosial Kota Solo.

Kebanyakan warganet telah berasumsi kejadian tersebut tergolong tabrak lari.

Mereka pun menghardik pihak kepolisian dengan komentar pedas, mengingat kasus tabrak lari Overpass Manahan belum tuntas hingga sekarang.

Menanggapi komentar pedas itu, Iptu Adis menyampaikan sebaiknya warganet turut membantu kepolisian dalam menginformasikan kejadian laka melalui laporan resmi.

Sebagai informasi, Adis berujar tidak semua informasi yang diviralkan sudah sesuai fakta.

"Misalnya dalam kejadian ini. Kami memperoleh data berdasar kabar dari warganet yang menyebut plat mobil AD 9998 UA. Kami telusuri dalam data Samsat ternyata mobil yang dimaksud tidak ada," kata dia. (Dna)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved