Warga Keluhkan Dampak Limbah Pabrik Gula di Tegal, Banyak yang Mengalami Gatal Kulit

Warga di RT 11 RW 2 Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, mengeluhkan kondisi air untuk kebutuhan sehari-hari yang berbau.

Warga Keluhkan Dampak Limbah Pabrik Gula di Tegal, Banyak yang Mengalami Gatal Kulit
Tribun Jateng/Fajar Bahruddin
Seorang warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Michrob (64), menunjukan lengannya yang gatal-gatal, Senin (7/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Warga di RT 11 RW 2 Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, mengeluhkan kondisi air untuk kebutuhan sehari-hari yang berbau.

Selain berbau, air di pemukiman warga juga berwarna kuning pekat dan menimbulkan gatal- gatal kulit.

Seorang warga, Nur Chusti (30), mengatakan, keluarganya sudah mengalami gatal-gatal kulit dua bulan terakhir.

Menurutnya, air di rumahnya terdampak dari pabrik di belakang rumahnya yang memproduksi gula Jawa.

"Keluarga saya semuanya alami gatal- gatal. Anak saya yang berusia dua tahun lebih parah, sudah bolak balik empat kali berobat karena flu dan gatal- gatal," kata Nur kepada Tribunjateng.com, Senin (7/10/2019).

Nur menduga, limbah pabrik tersebut merembes hingga tercampur ke sumur-sumur warga.

"Beberapa warga yang rumahnya di sebelah selatan pabrik terkena gatal- gatal semua," ungkapnya.

Nur mengatakan, warga dan ketua RT setempat sudah mengajukan komplain ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal.

Ketua RT 11 RW 2 Kelurahan Slerok, Sumarto (60), mengungkapkan, beberapa warganya sudah datang dan komplain perihal air yang diduga terdampak limbah pabrik.

Mereka mengeluh gatal-gatal kulit, airnya bau, debu juga beterbangan ke rumah-rumah penduduk.

Halaman
12
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved