Dapur Umum dan Layanan Kesehatan ACT Terus Bantu Korban Gempa Ambon

"Kalau malam dingin. Pengungsi hanya tidur di tenda terpal beralaskan tikar," terang dr. Wiwi.

Ist
ACT melakukan pelayanan kesehatan di pengungsian Dusun Waiula, Desa liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku tengah, Maluku, Ahad (6/10/2019). 

Berdasarkan data yang diterima ACT per Sabtu (5/10), lebih dari 50 ribu warga mengungsi di Kabupaten Maluku Tengah, 42 ribu pengungsi di Kabupaten Seram Bagian Barat, dan hampir tiga ribu pengungsi di Kota Ambon.

Sejumlah pengungsi tersebut masih enggan kembali ke rumah akibat trauma.

Tim ACT untuk gempa ambon masih terus melakukan pendataan terkait keadaan pengungsi maupun kerusakan fasilitas umum. "Saat ini para pengungsi masih membutuhkan sejumlah keperluan mendesak seperti air bersih, makan, tenda, dan alas tenda.

Belum lagi, kondisi pengungsi yang tidak tersebar dalam kelompok-kelompok kecil," ucap Suroto.

Selain di Maluku Tengah, aktivasi dapur umum juga telah dilakukan di pos pengungsian Rindam XVI/Pattimura, Kairatu, Seram Bagian Barat.

Dua ekor sapi disembelih untuk disajikan sebagai menu makan pengungsi gempa di pos Rindam. Lukman Salahuddin dari tim DER-ACT juga menambahkan,"Kami masih terus mendukung suplai makanan bagi para penyintas yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Banyak para penyintas yang belum kembali ke rumah karena khawatir dengan gempa susulan yang kerap terasa," terangnya. 

"Dua ekor sapi kami sembelih di pos pengungsian Rindam Kairatu. Alhamdulillah, sekitar 6000 jiwa menikmati santapan dapur umum ACT dengan lauk daging sapi," tambah Lukman.

Selain suplai makanan untuk pengungsi,  kata Lukman, melalui aktivasi dapur umum juga terjalin kerja sama ACT dengan TNI di Rindam XVI SBB.

ACT mengajak untuk membantu saudara sebangsa terdampak gempa bumi di Kota Ambon, Maluku. Kepedulian dan Kedermawanan Masyarakat Indonesia akan menjadi sumber energi kehidupan saudara terdampak bencana melalui tautan bit.ly/Save_Humanity.

Halaman
123
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved