Hendi Ajak Jajarannya Teladani KRMT Wongsonegoro

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bersama jajaran Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kota Semarang melakukan ziarah ke Makam KRMT Wongsonegoro

Hendi Ajak Jajarannya Teladani KRMT Wongsonegoro
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bersama jajaran Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kota Semarang melakukan ziarah ke Makam KRMT Wongsonegoro, di Kelurahan Kagokan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (8/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bersama jajaran Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kota Semarang melakukan ziarah ke Makam KRMT Wongsonegoro, di Kelurahan Kagokan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (8/10/2019).

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, mengatakan, Pemerintah Kota Semarang selalu menyempatkan untuk hadir di dalam acara ziarah ke makam KRMT Wongsonegoro.

Ziarah ini juga dalam rangka memperingati pertempuran lima hari.

"Dalam sejarah, Beliau pernah menjadi Wakil Perdana Menteri Indonesia, pernah juga menjadi Gubernur Provinsi Jawa Tengah pada masa kemerdekaan dan beliau adalah pelaku pejuang pertempuran 5 hari," ujar Hendi, dalam keterangan tertulisnya.

Hendi juga menuturkan, ziarah yang rutin digelar setiap tahun ini memiliki banyak makna yang bisa diteladani warga Kota Semarang khususnya jajaran Pemerintah kota Semarang.

"Melalui ziarah kita akan memahami dan mengetahui bahwa setiap manusia itu akan meninggal sehingga dalam berbagai kesempatan harus bisa memberi manfaat kepada orang lain," ungkap Hendi.

Ia berharap, khususnya kepada jajaran Pemerintah kota yang saat ini menduduki posisi-posisi penting, agar tidak sewenang-wenang dan menggunakan kesempatan agar posisi yang saat ini dijalani dapat memberikan manfaat bagi orang lain agar menjadi amal pahala.

Hendi juga berpesan bahwa keteladanan KRMT Wongsonegoro dalam pengorbanannya untuk orang lain harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita berjuang untuk membantu masyarakat khususnya di Kota Semarang ini mudah-mudahan selalu konsisten, kontinyu dan tidak kenal lelah,” pesan ketua DPC PDIP Kota Semarang tersebut.

Ziarah ini merupakan rangkaian awal dalam memperingati pertempuran lima hari di Kota Semarang yang merupakan pertempuran antara pemuda Kota Semarang melawan tentara Jepang pada 15-19 Oktober 1945.

"Kita mengawali dengan ziarah ke makam leluhur kita KRMT Wongsonegoro kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan di kelurahan-kelurahan di perkampungan, kemudian puncaknya tanggal 14 Oktober ada upacara dan teatrikal yang diadakan di Tugu Muda Kota Semarang,” papar Hendi.

Hendi mengungkapkan, pernah mendapat tanggapan dari rekan-rekannya di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, seharusnya Pemprov-lah yang melakukan tradisi ziarah ke makam KRMT Wongsonegoro yang notabennnya merupakan Gubernur pertama Jawa Tengah pasca kemerdekaan.

"Saya bilang tidak ada yang keliru karena masih sama-sama tokoh bangsa dan kami ziarah juga karena dalam rangka memperingati pertempuran lima hari pada tanggal 14 Oktober nanti," jelasnya.

Hadir dalam ziarah tersebut jajaran Forkopimda Kota Semarang, OPD & Camat Kota Semarang, pelaku pertempuran lima hari, PEPABRI, Pimpinan DPRD Kota Semarang dan perwakilan keluarga KRMT Wongsonegoro yakni RM Satria Puji Hudiarso. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved