Pembatalan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad UAS di Kudus, Pengasuh Ponpes : Itu Keputusan Saya

Ustadz Abdul Somad mengunjungi Ponpes Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Al-Achsaniyyah Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, Selasa (8/9/2019) malam.

Pembatalan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad UAS di Kudus, Pengasuh Ponpes : Itu Keputusan Saya
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Ustadz Abdul Somad saat menyampaikan pesan di hadapan santri Al-Achsaniyyah, Selasa (8/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Ustadz Abdul Somad mengunjungi Ponpes Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Al-Achsaniyyah Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, Selasa (8/9/2019) malam.

Kedatangan dai yang kerap disebut UAS untuk peletakan batu pertama pembangunan gedung baru.

Sedianya UAS dijadwalkan mengisi tabligh akbar. Namun karena pihak pesantren membatalkannya, UAS sekadar memberi pesan singkat di hadapan santri dan memberi bantuan tunai sebesar Rp 50 juta untuk pondok.

"(Pembatalan tabligh akbar) itu keputusan saya. Rencana tabligh akbar itu tujuannya untuk penggalangan dana untuk anak-anak berkebutuhan (khusus) di Al-Achsaniyyah. Tidak ada tujuan yang lain.

Tapi takblig akbar kami gagalkan demi kemaslahatan umat yang mana Alhamdulillah pada hari ini beliau telah hadir di hadapan kita semua dan syukur Alhamdulillah malam hari ini kami diberi bantuan yang tidak sedikit untuk pembangunan asrama atau ruang keterampilan," ujar pengasuh Al-Achsaniyyah Muh Faiq Afthoni.

Sementara, UAS mengatakan, kedatangannya ke Ponpes Al-Achsaniyyah karena mendapat kabar dari rekannya terkait keberadaan pondok yang mengasuh anak berkebutuhan khusus.

Mendengar kabar itu, dia lantas menyusun rencana untuk datang dan berupaya untuk membantunya.

"Saya mendapat kabar dari Ustaz Faisal Saleh kakak kelas saya di Mesir. Katanya ada pesantren untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Kudus. Saya kaget karena saya dengar belum pernah ada, maka saya sanggupi, persiapan tidak sampai seminggu. Oke datang.

Akan buat tabligh akbar penggalangan dana. Jangan pikirkan masalah tiket, hotel, macam-macam karena saya tidak bisa bantu apa-apa. Mudah-mudahan nanti penggalangan dana nanti kita bisa suport.

Tapi karena ada salah paham salah pengertian, ya saya hanya sekadar datang menjenguk anak-anak kita dan membawa sedikit untuk niat wakaf ibu saya lebih kurang Rp 50 juta. Tadi saya sudah sampaikan ke kiai," kata UAS.

Tampak sejumlah anggota Polisi, TNI, dan Pemuda Pancasila turut mengikuti acara tersebut sampai usai.

Sementara itu, Kapolsek Bae, Iptu Ngatmin mengatakan, tidak ada intimidasi terkait pembatalan tabligh akbar.

"Pembatalan tabligh akbar murni dari pengasuh pesantrennya sendiri," katanya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved