Posisi PSIS Semarang di Klasemen Tidak Aman, Bambang Nurdiansyah: Harus Kerja Keras

Situasi tersebut membuat PSIS sempat meliburkan tim selama empat hari. Yakni dari tanggal 3 hingga 6 Oktober

Posisi PSIS Semarang di Klasemen Tidak Aman, Bambang Nurdiansyah: Harus Kerja Keras
Tribunjateng.com/Franciskus Ariel Setiaputra
Bambang Nurdiansyah 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah atau Banur mengambil sisi positif di balik ditundanya pertandingan Liga 1 pekan ke 22 kontra Bali United yang seharusnya digelar pada Jumat (4/10/2019) lalu.

Dengan ditundanya pertandingan tersebut, PSIS memiliki jeda waktu sekitar dua pekan sebelum melakoni pertandingan lanjutan Liga 1 pekan ke 23 kontra Persela Lamongan.

Yakni pada 18 Oktober.

Situasi tersebut membuat PSIS sempat meliburkan tim selama empat hari. Yakni dari tanggal 3 hingga 6 Oktober.

Kepada Tribun Jateng, Banur mengatakan pemberian jatah libur tersebut diharapkan agar pemain lebih bisa lebih rileks, sekaligus melepas jenuh.

"Ya artinya kemarin libur itu kesempatan pemain untuk relaks secara mental, saya suruh lupakan dulu.

Tapi mulai kemarin hari Senin sudah harus mulai fokus," kata Banur, Selasa (8/10/2019).

Pasca kembali dari libur, ia mengatakan skuad Mahesa Jenar wajib fokus menatap laga berikutnya agar jangan sampai kehilangan poin saat menghadapi Persela.

Pelatih berusia 63 tahun tersebut mengakui posisi PSIS yang kini berada di urutan 13 bisa saja meleset. Sebab persaingan di papan bawah sangat ketat.

Bahkan jika PSIS kalah dari Persela, tim berlambang tugu muda ini bisa terperosok ke zona degradasi.

Sekedar informasi, poin PSIS saat ini yang berjumlah 21 angka, hanya unggul satu angka dengan tim di peringkat 14 hingga 16, dan terpaut dua angka dengan Semen Padang FC yang berada di urutan 17 alias posisi paling bawah klasemen sementara.

"Kami harus kerja keras karena sekarang kami di posisi yang tidak aman. Sebelum libur, pemain saya kumpulkan. Kami sepakat, oke saya bebasin dulu empat hari.

Lupakan semua. Tapi begitu masuk mulai kemarin sudah tidak ada pulang, tidur di mess semua," ungkapnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved