Satgas Waspada Investasi Tindak 133 Fintech P2P Lending, 22 Gadai dan 27 Entitas Investasi Ilegal

Satgas Waspada Investasi bersama 13 kementerian/lembaga yang menjadi anggotanya, terus melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat mengingat

Satgas Waspada Investasi Tindak 133 Fintech P2P Lending, 22 Gadai dan 27 Entitas Investasi Ilegal
Ist
Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam Lumban Tobing 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satgas Waspada Investasi bersama 13 kementerian/lembaga yang menjadi anggotanya, terus melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat mengingat masih banyaknya penawaran pinjaman online, dari perusahaan fintech peer to peer lending tidak berizin yang bisa merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, edukasi mengenai pentingnya memilih perusahaan fintech peer to peer lending yang berizin OJK harus semakin gencar dilakukan, mengingat Satgas hingga awal Oktober kembali menemukan dan langsung menindak 133 entitas yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK.

“Kami tidak akan menunggu korban masyarakat semakin banyak akibat fintech peer to peer lending ilegal ini.

Jadi kami terus berburu dan langsung menindak temuan fintech lending yang ilegal dengan meminta Kominfo untuk memblokirnya,” tegas Tongam, dalam siaran pers yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (8/10/2019).

Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat, Satgas saat ini juga sudah bekerja sama dengan Dinas Kominfo DKI Jaya, untuk menayangkan iklan layanan masyarakat yang berisi peringatan untuk menghindari fintech peer to peer lending ilegal.

Bagus Sebut Hingga September 2019 Total Investasi yang Masuk ke Temanggung Capai Rp 300 Miliar

Ajak Warga Kota Tegal Ikut Jaga Lingkungan, Kompol Joko Kenalkan Aplikasi New Smile Police

Waspada, Modus Berpura-pura Beli Kain Rp 4 Ribu, Pencuri Ini Gasak HP Rp 4 Juta

Asik, Ada Samsat Keliling di Area CFD Purworejo, Bisa Olahraga Sambil Bayar Pajak Kendaraan

“Kami meminta dukungan dan mengajak berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, mengenai bahaya fintech peer to peer lending ilegal mengingat keberadaannya sangat merugikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada 6 September 2019, Satgas Waspada Investasi menemukan 123 entitas Fintech Peer-To-Peer Lending ilegal.

Namun dalam perkembangannya terdapat enam entitas yang telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan fintech peer to peer lending.

Adapun keenam entitas tersebut yaitu aplikasi “MJASA SYARIAH” milik Kospin Jasa, aplikasi “Shopintar” milik PT Karya Widura Utama, aplikasi milik Komputerkitcom, aplikasi milik LuckyNine Apps, aplikasi “Smartech” milik PT Smartech Kredit Indonesia, dan aplikasi “Mentimum” milik PT Dinamika Mitra Sukses Makmur, sehingga dilakukan normalisasi atas aplikasi yang telah diblokir.

Dengan kembali ditemukannya 133 entitas fintech peer to peer lending ilegal, menjadikan total entitas yang ditangani Satgas Waspada Investasi sampai dengan Oktober 2019 sebanyak 1.073 entitas.

Sedangkan total yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi terhadap entitas fintech peer to peer lending ilegal sejak tahun 2018 sampai Oktober 2019 sebanyak 1.477 entitas.

"Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal kami pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Sedangkan jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan di kontak OJK 157 atau WA 081157157157, email konsumen@ojk.go.id, atau waspadainvestasi@ojk.go.id," pungkasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved