Arifin Kerutkan Dahi Tiap Lihat Harga Batik Pekalongan, Padahal Upah Garap 5 Kodi Cuma Rp 50 Ribu

Acara skala internasional yang digelar Pemkot pun, dianggap sejumlah pekerja batik mingguan tidak berpengaruh terhadap nasib mereka.

Arifin Kerutkan Dahi Tiap Lihat Harga Batik Pekalongan, Padahal Upah Garap 5 Kodi Cuma Rp 50 Ribu
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Pekerja batik cap di Pasirsari Pekalongan Utara menyelesaikan pekerjaannya, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan gencar-gencarnya mempromosikan batik.

Pemerintah setempat juga menggelar event skala internasional yaitu Pekan Batik Pekalongan.

Nilai transaksi dalam acara tahunan itu mencapai Rp 7,4 miliar.

Meski demikian, permasalahan mengenai batik hingga kini belum terselesaikan sepenuhnya.

Baik dari mahalnya bahan baku hingga tak layaknya upah pekerja batik mingguan.

Acara skala internasional yang digelar Pemkot pun, dianggap sejumlah pekerja batik mingguan tidak berpengaruh terhadap nasib mereka.

Bahkan terkesan hanya mengutamakan kepentingan pengusaha.

Hingar bingar acara itu justru disambut keluhan para pekerja batik di sejumlah sentra pembuatan batik.

Seperti di Pasirsari Pekalongan Utara.

Para pekerja batik asal Pasirsari hingga mengerutkan dahi kala melihat harga batik di pasaran.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved