Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Buntut Rusuh Saat Jamu Malaysia di Senayan, PSSI Didenda Rp 643 juta

Federasi sepak bola Indonesia, dalam hal ini PSSI, harus membayar denda kepada FIFA menyusul kericuhan saat laga timnas Indonesia Vs Malaysia.

ISTIMEWA
Ricuh suporter di laga Timnas Indonesia vs Malaysia 

TRIBUNJATENG.COM - Federasi sepak bola Indonesia, dalam hal ini PSSI, harus membayar denda kepada FIFA menyusul kericuhan saat laga timnas Indonesia Vs Malaysia.

Kericuhan sempat mewarnai laga timnas Indonesia melawan Malaysia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Sejumlah oknum suporter tampak melakukan pelemparan dan menembus pagar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, pada 5 September 2019.

Situasi ini terjadi ketika timnas Indonesia dikalahkan oleh Malaysia dengan skor 2-3 pada laga pertama Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Tak hanya di dalam stadion, suporter juga berulah dengan melakukan pelemparan di Kompleks Gelora Bung Karno.

Walhasil, suporter Malaysia harus tertahan di area SUGBK dalam beberapa waktu hingga situasi mereda.

Pihak Federasi sepak bola Malaysia (FAM) merasa tidak terima dengan kondisi tersebut,

Surat protes dilayangkan oleh FAM terhadap FIFA selaku penanggung jawab pertandingan.

Terbaru, FIFA telah mengambil tindakan tegas dengan memberikan hukuman kepada PSSI.

Sebagaimana dikutip BolaSport.com dari situs resmi PSSI, FIFA memberi sanksi berupa denda sebesar CHF 45.000 atau setara dengan Rp 643 juta.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, berjanji akan memenuhi kewajiban yang harus dibayarkan kepada FIFA.

"PSSI menghormati proses hukum dan putusan dari FIFA. Kami akan segera memenuhi kewajiban kami dan mengevaluasi agar tidak terulang," kata Ratu Tisha.

Menurut Tisha, PSSI berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir di sepak bola Indonesia.

"Sepak bola harusnya menyatukan, mempromosikan keragaman budaya dan menyerukan sikap saling menghormati," ujar Tisha menambahkan.

Hukuman ini memang menjadi kerugian bagi PSSI.

Ke depannya, PSSI akan terus menyerukan kampanye persatuan dan kesatuan di sepak bola Indonesia.

PSSI juga mengharapkan sinergi dari semua pihak untuk mewujudkan nilai-nilai baik dalam sepak bola.

Hal itu mengingat timnas Indonesia masih akan menjalani dua laga kandang lagi di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. (*)

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved