Desa Gondang Percontohan Budidaya Ikan Tawar, Pemkab Kendal Uji Coba di Lima Kecamatan

Pemkab Kendal menetapkan lima kecamatan di Kabupaten Kendal menjadi kawasan pengembangan budidaya ikan air tawar.

Desa Gondang Percontohan Budidaya Ikan Tawar, Pemkab Kendal Uji Coba di Lima Kecamatan
ISTIMEWA
Pelepasan bibit ikan nila di kolam pembiakan ikan tawar di Desa Gondang Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, Rabu (9/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemkab Kendal menetapkan lima kecamatan di Kabupaten Kendal menjadi kawasan pengembangan budidaya ikan air tawar.

Lima kecamatan itu yakni Kecamatan Limbangan, Singorojo, Patean, Sukorejo, dan Plantungan.

Kelima kecamatan itu ditetapkan karena memilik potensi sumber daya alam yang memadai untuk pengembangan budidaya ikan air tawar seperti ikan nila dan lele.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Sri Harjito mengatakan, di wilayahnya masih banyak yang dapat dikembangkan untuk budidaya ikan tawar.

Menurutnya, melalui pembentukan wilayah pengembangan budidaya ikan air tawar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Adanya ini dapat meningkatkan efisensi dalam penggunaan sumber air di suatu daerah," ujarnya, Rabu (9/10/2019).

Ia menambahkan, dalam pembudidayaan ini akan dilakukan proses secara terintegrasi.

Yakni dimulai penggunaan benih bersertifikat, induk berkualitas, penerapan padat tebar yang tidak terlalu tinggi, penggunaan obat dan pakan terdaftar, hingga penjualan.

"Yang akan menjadi percontohan yakni Desa Gondang, Kecamatan Limbangan."

"Karena sumber daya air di sana sangat melimpah. Sehingga dapat dikembangkan menjadi pembudidayaan ikan tawar," jelasnya.

Kepala Desa Gondang, Yudi Susanto mengatakan, masyarakat desanya menyambut positif kawasan pengembangan budidaya ikan tawar di daerahnya.

Seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam pengembangan budidaya ikan tawar di desanya.

“Sebagai percontohan, Desa Gondang diharapkan dapat berkembang mulai dari dukungan sarana prasarana."

"Termasuk juga dalam jaringan distribusi bahan baku, hasil produksi, akses permodalan, hingga jaminan pemasaran yang memadai,” pungkasnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved