Ganjar Soal Wacana Provinsi Solo Raya : Jangan Sampai Ada Kepentingan Pribadi Ingin Jadi Gubernur

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyatakan terkejut dengan isu pemekaran Solo Raya menjadi provinsi sendiri

Ganjar Soal Wacana Provinsi Solo Raya : Jangan Sampai Ada Kepentingan Pribadi Ingin Jadi Gubernur
Tribun Jateng/ Yayan Isro' Roziki
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 

Jangan-jangan saya yang keliru? Jangan-jangan pemerintah yang keliru?

Kecuali kalau sudah ganti kepala daerah yang populis hingga konseptor tapi problemnya masih sama, itu bisa jadi karena rentang kendali yang panjang sehingga bisa dikaji (untuk pemekaran)," kata politisi PDI-P itu.

Menurutnya, pertumbuhan Solo Raya sudah luar biasa.

Makanya, dia mengatakan mesti hati-hati menggulirkan isu.

Jangan sampai ada orang yang punya minat atau ketertarikan pribadi memanfaatkan isu semacam ini, seperti ingin jadi gubernur atau ingin berkuasa di provinsi baru itu.

Berdasarkan pengalamannya semasa jadi anggota DPR RI, ada bupati yang menghendaki pemekaran provinsi lantas mengajukan diri sebagai gubernur.

Meskipun, ketika awal pengusulan bersumpah tidak ada tendensi pribadi.

Meskipun demikian, pemekaran butuh penelitian dan pengkajian lebih dalam dengan melibatkan para pakar.

Apalagi untuk pemekaran suatu wilayah ada landasan-landasan aturannya, yakni Desain Besar Penataan Daerah (Desartada).

"Harus ada kajiannya. Persoalan urgen yang mendasari. Kalau perekonomian dan luasan daerah itu kurang logis.

Kita di Jawa ini luas wilayahnya tidak seberapa jika dibanding Kalimantan, Papua, maupun Sumatera," tegasnya.

Desartada merupakan kebijakan nasional yang berperan sebagai roadmap penataan daerah otonom di Indonesia.

Pemekaran daerah dikaji dari berbagai aspek strategis dari sudut kepentingan nasional, kepentingan daerah dan kepentingan sosial-ekonomi.

Daerah yang akan dimekarkan juga harus mempunyai rencana dan pengelolaan sumber daya yang baik agar nantinya tidak menjadi beban keuangan Negara, mempunyai potensi ekonomi dan bisa diprediksi potensi pendapatan asli daerahnya (PAD). (mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved