Pemkot Semarang Akan Pasang 11 Ribu CCTV di Titik-titik Rawan

Selain itu Hendi mengatakan Pemkot merencanakan pemasangan 11 ribu CCTV di titik-titik rawan di Kota Semarang, juga di lingkungan RT

Pemkot Semarang Akan Pasang 11 Ribu CCTV di Titik-titik Rawan
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuka konferensi internasional terkait inovasi smart city di gedung ICT Undip, Tembalang, Semarang, Rabu (9/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terus menerapkan program smart city dengan optimal.

Artinya pengembangan smart city dikebut di segala lini.

"Sejak launching smart city pada 2013, kami ingin masyarakat Kota Semarang terus bisa menikmati layanan kota dengan mudah dan cepat," paparnya usai membuka konferensi internasional tentang inovasi smart city di gedung ICT Universitas Diponegoro, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya hingga saat ini ada ratusan aplikasi yang telah dilaunching pemkot.

Program-program itu, jelasnya berfokus di nyaris semua aspek.

Di antaranya kesehatan melalui inovasi pelayanan 5G, pendidikan melalui sistem PPDB secara online, dan lain-lain.

Selain itu Hendi mengatakan Pemkot merencanakan pemasangan 11 ribu CCTV di titik-titik rawan di Kota Semarang, juga di lingkungan RT.

Pemasangan CCTV menurutnya dilakukan akhir tahun ini, dengan menganggarkan pengadaannya dalam APBD Perubahan senilai Rp 41 miliar.

Pihaknya ingin agar tindak kejahatan yang berlangsung di Kota Semarang bisa terdeteksi lewat CCTV.

"Kami integrasikan ke situation room Pemkot Semarang dan juga akan diintegrasikan ke Polrestabes Semarang dan" jelasnya.

Selain itu pihaknya juga segera membangun 5 embung di kawasan Tembalang, Semarang. Hal itu sebagai konsep pemkot untuk menangani banjir dan rob di Kota Semarang.

"Pembangunan 5 embung dan normalisasi 12 titik sungai tak hanya untuk penanganan banjir tapi dikembangkan jadi tempat wisata," katanya.

Adapun konferensi internasional inovasi smart city diinisiasi konsorsium smart city yang diketuai Universitas Indonesia dan beranggotakan beberapa universitas termasuk Undip.

Wido Prananing Tyas, ketua panitia, menjelaskan konsorsium ini dibentuk untuk kolaborasi beberapa universitas dalam penelitian bersama terkait smart city.

"Tahun ini ada 78 paper tentang inovasi smart city masuk di kami, yang akan kami arahkan kemudian dipublikasikan secara internasional," paparnya. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved