Punya Izin Edar Sejak 1989, Obat yang Disinyalir Pemicu Kangker Ini Telah Beredar ke Pelosok Desa

Ranitidin produk dua perusahaan obat asal Jawa Tengah ditarik dari pasaran.

Punya Izin Edar Sejak 1989, Obat yang Disinyalir Pemicu Kangker Ini Telah Beredar ke Pelosok Desa
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, Safriansyah memberi keterangan di kantornya, Rabu (9/10/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ranitidin produk dua perusahaan obat asal Jawa Tengah ditarik dari pasaran.

Penarikan dilakukan karena obat tersebut mengandung N-Nitrosodimethylamine (NDMA) di atas ambang yang diperbolehkan sesuai edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dua obat yang ditarik yaitu Ranitidine Cairan Injeksi dari PT Phapros Tbk dan Rinadin Sirup dari PT Global Multi Pharmalab.

Penarikan dilakukan sejak 4 Oktober 2019 lalu.

Penarikan juga untuk obat serupa yang diproduksi di luar Jateng yaitu Zantac Cairan Injeksi dari PT Glaxo Wellcome Indonesia, serta Indoran Cairan Injeksi dan Ranitidine Cairan Injeksi dari PT Indofarma.

"Sesuai penjelasan badan pom tanggal 4 Oktober terkait ranitidin, memang dilakukan penarikan terhadap produk ranitidin yang telah teridintifikasi mengandung NDMA melebihi batas yang dapat ditoleransi," ujar Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, Safriansyah, di kantornya, Rabu (9/10/2019).

Sosialisasi Perda Ketersediaan Bahan Baku Batik Pekalongan, Pelaku Industri: Bosan Dengar Wacana

Shodiqin Sebut Makelar Ancam Keberlangsungan Industri Batik di Pekalongan

Cerita Resa Aditya Nugraha, Pemain Sepakbola Asal Sragen yang Berhasil Masuk Timnas U-16

Brigadir Dian Polisi Disabilitas dari Banjarnegara, Kapolres: Saya Bangga Punya Anggota Seperti Dia

Ia mengatakan, penarikan dikawal oleh Balai POM di daerah bersama-sama dengan Dinas Kesehatan dan organisasi profesi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Kandungan NDMA yang melebihi ambang batas disinyalir menyebabkan kanker.

"Kita telah berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Jawa Tengah untuk meminta keterangan, penjelasan, sejauh mana mereka sudah melakukan upaya penarikan produk-produk itu di pasaran," ucapnya.

Menurutnya, batas kandungan NDMA yang diperbolehkan adalah 96 nanogram yang dikonsumsi dalam sehari.

Halaman
123
Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved