Saudara Laki-laki Najib Razak Didenda Rp 1,4 Triliun

Pemerintah Malaysia menjatuhkan sanksi denda kepada saudara laki-laki mantan Perdana Menteri, Najib Razak, yang dituduh turut menerima dana

Saudara Laki-laki Najib Razak Didenda Rp 1,4 Triliun
EPA
Najib Razak ditahan. Kepastian tersebut diumumkan oleh Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) pada Rabu (19/09) ini. 

TRIBUNJATENG.COM, KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia menjatuhkan sanksi denda kepada saudara laki-laki mantan Perdana Menteri, Najib Razak, yang dituduh turut menerima dana negara dalam skandal 1MDB.

Denda juga dijatuhkan kepada puluhan puluhan individu serta perusahaan, dengan nilai denda total sebesar 420 juta ringgit Malaysia atau Rp 1,4 triliun.

Selain Nazir Razak, yang merupakan mantan ketua bank CIMB, bank terbesar kedua Malaysia, denda terhadap individu juga dijatuhkan kepada Shahrir Abdul Samad, mantan ketua badan minyak sawit negara Felda.

Penyelidik dari Malaysia dan AS mengatakan, sekitar 4,5 miliar dolar AS (lebih dari Rp 63 triliun) telah disalahgunakan dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang didirikan pada 2009 oleh Najib Razak.

Najib, yang kalah dalam Pemilu tahun lalu, kini menghadapi puluhan tuduhan korupsi dan pencucian uang. Dia juga dituduh telah menerima sekitar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 14 triliun) dalam dana 1MDB. Seluruh tuduhan itu dibantah oleh Najib Razak.

Kepala Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC), Latheefa Koya mengatakan, sanksi denda kepada total 80 entitas tersebut dijatuhkan demi memperoleh kembali uang negara sebesar 420 juta ringgit Malaysia atau Rp 1,4 triliun.

Mereka yang dijatuhi sanksi tersebut dapat dihukum membayar denda hingga 2,5 kali lipat dari jumlah dana yang diterima.

"Kami telah mengeluarkan pemberitahuan majemuk terhadap semua orang dan entitas ini agar mereka membayar denda," kata Latheefa.

Saudara Najib Razak, yakni Nazir Razak disebut telah menerima cek sekitar 25,7 juta ringgit Malaysia (sekitar Rp 86,8 miliar) dari 1MDB. Selain individu, dana dari 1MDB juga telah disalurkan kepada perusahaan, partai politik, hingga organisasi yang memiliki kaitan dengan Najib.

"Itu tidak keseluruhan, kami memiliki lebih banyak," kata Latheefa, menambahkan bahwa penyelidikan telah dibuka untuk 80 entitas dan individu. (kps/Tribunnews)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved