Angka Ibu Rumahtangga di Jateng yang Terkena HIV/AIDS Tinggi, Dinkes Kota Tegal: Stop Diskriminasi

Kepala Dinkes Kota Tegal Sri Primawati Indraswari mengatakan, fenomena gunung es pengidap HIV/AIDS, menyebabkan belum semua ODHA terdata

Angka Ibu Rumahtangga di Jateng yang Terkena HIV/AIDS Tinggi, Dinkes Kota Tegal: Stop Diskriminasi
Tribunjateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Kepala Dinkes Kota Tegal Sri Primawati Indraswari (kiri) saat ditemui di kantornya, Selasa (8/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, mengimbau masyarakat untuk tidak lagi mendiskriminasi Orang Dengan HIV/ AIDS (ODHA).

Kepala Dinkes Kota Tegal Sri Primawati Indraswari mengatakan, fenomena gunung es pengidap HIV/AIDS, menyebabkan belum semua ODHA terdata.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan RI mengenalkan 3 Zero 2030.

Ada tiga target, yaitu zero untuk penderita infeksi HIV yang baru, zero untuk kematian karena AIDS, dan Zero untuk diskriminasi.

Masalahnya, menurut Prima, data kasus AIDS di Jawa Tengah sampai Juni 2019, angka pengidap bagi ibu rumah tangga dan anak- anak cukup tinggi.

Ibu rumahtangga di urutan ke dua sebanyak 18,50 persen dan anak- anak sebanyak 2,95 persen.

Sedangkan diurutan pertama pengidap HIV/AIDS didominasi para wiraswasta dengan angka 23,78 persen.

"Itu menjadi perhatian kami. Penularannyakan bisa dari suaminya. Suaminya suka jajan di luar, ke sana ke mari.

Di bawa ke rumah, yang tertular justru istri dan anaknya," kata Prima saat ditemui tribunjateng.com, Selasa (8/10/2019).

Prima mengatakan, itu sebabnya jangan ada stigma tidak baik kepada para ODHA.

Belum tentu mereka yang dianggap buruk mengidap HIV/AID akibat perilakunya sendiri.

Sedangkan di Kota Tegal, menurut Prima pengidap HIV/AIDS ada sebanyak 314 orang. Pembagiannya, 198 orang pengidap HIV, 116 pengidap AIDS, dan 52 orang telah meninggal dunia.

Prima mengatakan, untuk menyukseskan 3 Zero 2030, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengetes kesehatannya.

Ia mengaku, banyak orang yang enggan untuk melakukan tes dan mengakui jika terkena HIV/AIDS.

"Prinsip dasarnya adalah kesadaran tinggi. Pelayanan kesehatan kita telah merata dari puskesmas hingga rumah sakit. Kami harap masyarakat mau bekerjasama untuk saling mencegah penyebaran HIV/AIDS," katanya. (fba)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved