Dody Keluhkan Aturan Pemerintah Larang Minyak Goreng Curah

Sejumlah pedagang gorengan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mengeluhkan adanya larangan peredaran minyak curah pada tahun 2020 mendatang.

Dody Keluhkan Aturan Pemerintah Larang Minyak Goreng Curah
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Dody Avian, Pedagang Gorengan dari Tegal yang mengeluhkan rencana larangan peredaran minyak curah di pasaran pada tahun 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sejumlah pedagang gorengan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mengeluhkan adanya larangan peredaran minyak curah pada tahun 2020 mendatang.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) rencananya akan melarang peredaran minyak curah mulai 1 Januari 2020 karena dianggap tidak sehat dan higienis.

Rencana larangan itu disinyalir akan berimbas kepada para pedagang kecil, khususnya bagi para pedagang gorengan di desa-desa.

Satu di antaranya adalah Dody Avian (42), pedagang gorengan yang biasa berjualan di wilayah Pasar Banjaranyar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

Dia berjualan tepat di pinggir Jalan Raya Utama Tegal - Purwokerto atau Jalan Nasional.

"Kalau memang mau dihilangankan berat mas.

Tapi, gimana lagi, para pedagang hanya bisa mengikuti peraturan aja," Dody, warga setempat kepada Tribunjateng.com, Rabu (9/10/2019).

Sri Sebut Pencari Keadilan Bisa Manfaatkan Aplikasi Silaper yang Cukup Diakses Melalui WhatsApp

Sulistyowati Senang Akhirnya Pasar Mranggen Diresmikan dan Siap DItempati

Sebagai pedagang, dia merasa keberadaan minyak goreng curah lebih menguntungkan.

Maklum, jika dibandingkan dengan minyak goreng kemasan, Dody mengaku harga minyak goreng curah jauh lebih murah.

Harga murah tersebut membuat Dody mampu menekan ongkos produksi gorengannya.

Halaman
123
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved