Kemarau Panjang, Sumber Mata Air PDAM Purbalingga Menyusut hingga 50 persen

Musim kemarau mengakibatkan kondisi mata air yang dioperasionalkan oleh PDAM Purbalingga mengalami penurunan debit antara 40 sampai 50 persen.

Kemarau Panjang, Sumber Mata Air PDAM Purbalingga Menyusut hingga 50 persen
Shutterstock
Ilustrasi Kekeringan 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Musim kemarau mengakibatkan kondisi mata air yang dioperasionalkan oleh PDAM Purbalingga mengalami penurunan debit antara 40 sampai 50 persen.

PDAM Purbalingga saat ini mengoperasikan kurang lebih 15 mata air yang sebagian besar berada di Kecamatan Bojongsari dan Kecamatan Kutasari.

Di luar itu, sumber mata air di Kecamatan Rembang dan Kecamatan Karangreja pun menurun hingga di atas 50 persen.

Ini dikatakan Kasubag Perawatan pada PDAM Purbalingga, Rahmanto, Kamis (10/10)

Penurunan debit mata air tidak hanya dilihat berdasarkan pengamatan visual saja, PDAM Purbalingga juga memasang alat ukur pada mata air yang dioperasikan.

Meskipun belum semua mata air yang ada terpasang alat ukur permanen.

Seniman Tak Boleh Mangkal di Pedestrian Kawasan Kota Lama Semarang

Pengusaha Bulu Mata Palsu di Purbalingga Prediksi Perusahaannya Tak Akan Bertahan Lama karena Ini

Kekeringan di Pantura Tegal Jadi Langganan Setiap Tahun, Dewan Sebut Pemerintah Masih Abaikan

Kisah Sugiono Warga Blora 2 Minggu Mengungsi di Markas Tentara, Bersyukur Bisa Keluar dari Wamena

“Alat ukurnya berupa meter induk.

Ada meter induk yang mekanik dengan baling-baling, ada juga yang menggunakan sensor namanya elektromagnetik,” terang Rahmanto.

Ia mengungkapkan, kondisi di daerah tangkapan air atau catchment area dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan.

Meskipun sudah ada upaya penghijauan seperti penanam pohon di sekitar sumber mata air, tetap saja terjadi penurunan debit mata air.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved