Lapangan Olahraga Diakui Milik Orang, Warga Desa Nolokerto Kendal Demo

Aset lapangan olahraga diakui kepemilikannya oleh orang lain, Warga Desa Nolokerto melakukan aksi demonstrasi di jalan utama masuk Dusun Mangir Desa

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Puluhan warga Desa Nolokerto berdemonstrasi setelah seseorang mengaku kepemilikan atas aset lapangan desa 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Aset lapangan olahraga diakui kepemilikannya oleh orang lain, Warga Desa Nolokerto melakukan aksi demonstrasi di jalan utama masuk Dusun Mangir Desa Nolokerto pada Kamis (10/10).

Aset lapangan yang kini telah menjadi jalan tol itu mendapatkan ganti rugi senilai 12,4 miliar.

Uang ganti rugi itu saat ini berada di Pengadilan Negeri Kendal.

Rencananya uang tersebut digunakan untuk membeli lahan lapangan pengganti.

Namun sayangnya lahan tersebut diakui oleh seseorang atas kepemilikannya.

Tanah tersebut diklaim merupakan tanah Eks Eigendom Verponding.

Desa Pengawasan dan Anti Money Politic Akan Dilauncing Bawaslu Karanganyar pada November Tahun Ini

PLN Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Wisata di Kabupaten Semarang

Buruan, Ada 37 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair UKSW Salatiga

Kisah Sugiono Warga Blora 2 Minggu Mengungsi di Markas Tentara, Bersyukur Bisa Keluar dari Wamena  

Eigendom Verponding yakni surat pertanahan pada zaman penjajahan kolonial Belanda yang isinya menyatakan kepemilikan seseorang atas tanah.

Musaidin, seorang warga mengatakan bahwa lahan itu sudah ditempati warga sebelum kemerdekaan indonesia.

Oleh leluhurnya tanah tersebut digunakan sebagai fasilitas umum untuk kegiatan olahraga.

"Namun kenapa ketika muncul ganti rugi, mereka mengaku-ngaku miliknya.

Padahal tanah itu sendiri merupakan tanah desa dan oleh kami diperuntukan untuk fasiltias olahraga," ujarnya.

Bupati Kendal Mirna Annisa pun menemui aksi demonstrasi mereka.

Menurutnya saat ini proses penyelesaian sengketa tersebut tengah dilakukan oleh Pengadilan Negeri Kendal.

Pihak pengadilan sedang tahap pemeriksaan perkara perdata oleh Pengadilan Negeri Kendal

"Ada seoerang yang mengeklaim kepemilikan tanah tersebut dengan membawa surat Eigendom Verponding yang menyatakan tanah itu milik kerajaan, namun saat dicek tidak ada data kepemilikan, tanah itu milik negara.

Karena saat ini sudah masuk di proses peradilan maka ikuti prosesnya yang ada" ujarnya. (dap)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved