Kisah Petani Jagung Terancam Hukuman 5 Tahun, Jadi Tersangka Penyebab Kebakaran Pabrik Kayu

Petani bernama Cipto Sujarwo (59) ditetapkan sebagai tersangka dalam kebakaran pabrik pengolahan kayu di Dukuh Grabyak, Desa Doyong, Kecamatan Miri

Kisah Petani Jagung Terancam Hukuman 5 Tahun, Jadi Tersangka Penyebab Kebakaran Pabrik Kayu
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Tersangka (tengah) kebakaran pabrik pengolahan kayu di Dukuh Grabyak, Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen saat di Mapolres Sragen, Kamis (10/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN -- Petani bernama Cipto Sujarwo (59) ditetapkan sebagai tersangka dalam kebakaran pabrik pengolahan kayu di Dukuh Grabyak, Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen pada Selasa (1/10) lalu.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menerangkan kejadian kebakaran sekitar pukul 17.30.

Api berasal dari lahan milik Sujarwo yang sore itu membakar sisa lahan jagung tidak jauh dari lokasi pabrik, kemudian api merembet ke bangunan pabrik.

"Api cepat membesar dan membakar bangunan pabrik karena tiupan angin yang kencang dan bahan yang mudah terbakar.

Sampai pagi saja masih bara api dan asap," terang Yimmy saat gelar perkara di Mapolres Sragen, Kamis (10/10).

Yimmy mengatakan hasil penyelidikan api murni akibat kelalaiannya Jarwo membakar lahan.

Gudang produksi kayu CV Decking and Wood milik pengusaha Agung Purnomo warga Desa Doyong, Kecamatan Miri pun merugi sekitar Rp 24 miliar.

"Penyelidikan di lapangan semua berawal dari Pak Jarwo yang bakar pohon jagung di sawah.

Tiba-tiba merembet ke arah gudang kayu dan membakar bahan dan kayu olahan siap ekspor," lanjut Yimmy.

Ia juga mengatakan hasil penyelidikan tidak ada unsur kesengajaan dalam musibah tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved