Terlanjur Modal Besar, Petani Kentang Batur Banjarnegara Terancam Merugi

Petani kentang di Desa Sumberejo Kecamatan Batur Banjarnegara mengeluhkan harga kentang yang rendah

Terlanjur Modal Besar, Petani Kentang Batur Banjarnegara Terancam Merugi
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Petani di Dieng rutin menyirami lahan kentang saat kemarau 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Petani kentang di Desa Sumberejo Kecamatan Batur Banjarnegara mengeluhkan harga kentang yang rendah.

Mestinya, musim kemarau menjadi momentun bagi para petani untuk mendapatkan keuntungan lebih dari hasil panen.

Pasalnya, tidak semua daerah penghasil kentang bisa bercocok tanam di musim kering karena minimnya pasokan air.

Tetapi rendahnya harga kentang di tingkat petani yang hanya di kisaran Rp 9.000 membuat petani di dataran tinggi Dieng ini cukup resah.

Petani Dieng memang patut bersyukur, saat daerah lain dilanda kekeringan hingga lahan tak bisa ditanami, mereka masih bisa bercocok tanam tanpa mengenal musim.

Sumber mata air masih cukup melimpah hingga masyarakat bisa memanfaatkannya untuk pengairan.

Pun banyak telaga di kawasan vulkanik itu yang menyimpan banyak cadangan air.

Tetapi bukan berarti masyarakat mudah memanfaatkannya untuk pengairan lahan.

Petani di Desa Sumberejo Batur bahkan harus mengambil air dari Tuk Pitu yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari lahan warga.

Terlebih lokasi mata air berada di bawah sehingga harus ditarik menggunakan mesin pompa berkekuatan ekstra.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved